Bupati Wardan : 'Pengukuhan Forum Ulama/Umara Inhil Tidak Ada Kaitan Dengan Politik'

Posted by On Tuesday, September 12, 2017


Tembilahan, (puterariau.com)

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan mengukuhkan Forum Ulama/Umara Kabupaten Inhil di Gedung Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan, Minggu malam pekan ini (12/9/2017).

Pengukuhan yang dilaksanakan bersempena dengan pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Inhil ini turut dihadiri oleh sejumlah ulama dan umara di Kabupaten Inhil.

Ulama yang hadir dalam pengukuhan tersebut, diantaranya KH Rusli Kurnain, HM Effendy LC, H Nawawi Mahmud, H kursani, H Abdul Bar Samad, Ustadz Bukhari Zein, dan lain sebagainya. Sedangkan, umara yang terdiri dari unsur pejabat Pemerintah Kabupaten Inhil, ialah H Aslimuddin, H TM Syaifullah, H T Juhardi, H Rudiansyah dan HM Arifin.

Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutan pada pengukuhan forum yang diberi nama Forum Silaturrahmi dan Komunikasi Ulama/Umara ini mengatakan bahwa pembentukan forum ini dimaksudkan untuk membangun silahturahmi antara ulama dan para umara serta demi terjalinnya hati hubungan yang harmonis diantara kedua belah pihak.

"Sinergitas kedua belah pihak ini diyakini akan mampu menjadi alat kontrol sekaligus mendorong Pemerintah Kabupaten dalam mengambil kebijakan yang berorientasi pada syari'at Islam sesuai ketentuan hukum yang berlaku," sebut Bupati Wardan di hadapan puluhan ulama, umara dan para santri yang hadir.

Bupati Wardan menegaskan bahwa tidak ada tujuan lain dari pembentukan forum silahturahmi ini selain untuk memposisikan dan mengajak para ulama berpartisipasi dalam pembangunan demi kemajuan umat. Menurutnya, pembentukan Forum ini tidak ada sama sekali kaitannya dengan politik atau sarat akan muatan politis.

"Lembaga keagamaan yang ada semua sifatnya struktural dan parsial, mempunyai visi dan misi masing-masing sehingga perlu disatukan melalui wadah seperti ini. Oleh karena itu, Saya menganggap forum ini bisa lebih aktif dan meminta kepada pak sekda selaku TAPD agar memberikan dukungan untuk kepentingan operasionalnya," kata Bupati.

"Kemudian saya ingin tegaskan bahwa forum  tidak kaitannya dengan politik, melalui forum ini silahkan berikan kritikan dan penilaian terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah yang sudah dilakukan, seperti gerakan magrib mengaji, gerakan shalat subuh berjama'ah, membesarkan tahun baru Islam dengan gema muharram dan lain-lain silahkan evaluasi," timpal Bupati.

Musyawarah Daerah Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Inhil tahun ini, dijadwalkan bertempat di Hotel Puri Cendana, Tembilahan yang akan diikuti dengan penyusunan Program Kerja pengurus periode 2017 - 2022. Sedangkan, Rapat Kerja Daerah LPTQ Kabupaten Inhil akan diselenggarakan di Hotel Harmoni, Tembilahan pada hari yang sama dengan diikuti oleh para peserta yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris LPTQ tingoat Kecamatan se-Kabupaten Inhil ditambah dengan 2 orang pelatih Qori dan Qori'ah serta 2 orang operator MTQ. (beni/adv)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »