Kisruh Seleksi Calon Kades, Komisi I DPRD Inhil Panggil Panitia Pilkades

Posted by On Saturday, August 12, 2017


Tembilahan, (puterariau.com)

Kegagalan dua calon kepala desa mengikuti proses pemilihan kepala desa serentak menuai polemik bahkan kisruh. Kedua calon yang tak terima dengan kinerja panitia Pilkades kemudian menyampaikan keberatan kepada pihak terkait termasuk Komisi I DPRD Inhil. Mereka mita dewan mencarikan solusinya.

Persoalan tersebut langsung disikapi dengan memanggil dua calon kades yang mengajukan keberatan, kemudian panitia seleksi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Inhil, Kamis (10/8/2017).

Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said dan menghadirkan kedua calon kades, yakni Said Jaelani dan Iskandar. Keduanya memiliki persoalan berbeda saat dinyatakan gagal mendaftar. Dimana Said Jaelani disebut terlambat menyerahkan perbaikan syarat pendaftaran, sementara Iskandar gugur sebab bermasalah dengan ijazah.

Pada pertemuan itu, Ketua Komisi I Yusuf Said menuturkan sejumlah kejanggalan dari persoalan yang terjadi dan hampir merupakan kesalahan dari panitia.

"Seperti keterlambatan pendaftaran. Sesuai laporan, Jaelani tidak terlambat mendaftar, tapi perbaikan yang terlambat. Padahal menurut persepsi kami berdasarkan perda, tanggal 7 Juli merupakan hari terakhir mendaftar sampai pukul 00:00 WIB," ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kapala Dinas PMD Yulizal sekaligus Ketua Panitia Pilkades Serentak Indragiri Hilir menyetujui tenggat waktu terakhir sampai pukul 00:00 WIB.

Sedangkan menyangkut penguguran Iskandar sebagai calon sebab yang bersangkutan tidak bisa melampirkan ijazah, padahal sudah menyerahkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

"Untuk mengurus surat keterangan kepolisian, Iskandar sudah melampirkan surat keterangan dari pihak sekolah dimana dia pernah terdaftar. Jadi untuk masalah ini perlu diperjelas dan dicarikan solusi agar tidak ada pihak yang dirugikan," ujarnya.

Setelah rapat, Komisi I DPRD Inhil bersama Dinas PMD mengambil kesimpulan agar panitia Pilkades Kabupaten beserta pengawas Pilkades turun ke Desa Pelanduk untuk mengumpulkan data. "Jumat tim akan turun ke lapangan. Senin nanti sudah ada keputusan. Sepakat ya Pak Kadis," tanya Yusuf Said diaminkan Yulizal.

Terkait laporan ketidakpuasan yang diterima Komisi I DPRD dari calon Kades tentang hasil seleksi oleh tim dari Unisi sebagai tim Independen yang menseleksi peserta, Yusuf meminta ketegasan pemerintah, apakah mampu mempertanggung jawabkan hasilnya. "Kami minta tim independen siap bertanggung jawab jika ada yang tidak terima dan menempuh jalur hukum," katanya.

Sementara itu, Ketua tim seleksi Gunawan S menyampaikan kalau pihaknya yakin, sepenuhnya proses seleksi sesuai aturan. "Kami siap bertanggung jawab," imbuhnya. (beni/adv)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »