Gubernur Kepri Lepas Keberangkatan 445 JCH Kloter Pertama

Posted by On Tuesday, August 01, 2017

Batam, (puterariau.com) ---Jamaah Calon Haji (JCH), embarkasi Batam telah berangkat pada Minggu (30/7/2017) sekira pukul 23.05 WIB melalui Bandara Hang Nadim. Pesawat lepas landas lebih cepat 15 menit dari yang dijadwalkan.

Kloter pertama ini berisi 445 JCH. 216 orang pria dan 229 orang wanita. Mereka terbang menuju Madinah menggunakan pesawat Saudi Arabia Boeing B.747-400/TF-AAH (SV-5719).

Pada kesempatan itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun langsung melepas JCH. Gubernur didampingi Sekda Provinsi Kepri, Arif Fadillah, Kakanwil Depag Kepri, H Marwin serta dari GM operasional Bandara Hang Nadim, Suwarso.

Suasana haru dari keluarga sempat mewarnai pelepasan CJH dari asrama haji, Batam Center menuju Bandara Hang Nadim Batam. Seorang warga Batu Aji, Rina, misalnya melepaskan kepergian orang tuanya untuk beribadah di tanah suci.

Meski mengantar hingga bandara Hang Nadim Batam, Rina mengaku sedih karena cukup lama tak bertemu orang tuanya.
“Yang berangkat ibu dan ayah. Biasanya tak pernah ditinggal, makanya sedih,” terang Rina yang melepas keberangkatan orang tuanya di balik pagar pembatas di asrama haji.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal mengatakan kepada Putera Riau bahwa total jumlah JCH embarkasih Batam 11.805 orang yang terbagi ke dalam 27 kloter. Untuk Kepri saja ada sekitar 1295 JCH yang masuk dalam tiga kloter, yakni kloter 1, 19 dan 27.

Sedangkan dari daerah Riau 5.064 orang, Kalimantan Barat 2.527 orang dan Jambi 2.919 orang. “Untuk kloter pertama yang berangkat itu dari Kepri berjumlah 445 orang. Keberangkatan JCH Embarkasih Batam ini kita bagi dalam dua gelombang. Gelombang satu yakni kloter 1 -13, gelombang kedua kloter 14-27. Semuanya menuju Madinah,” terang Marwin dalam kata sambutannya.

Seluruh transportasi yang akan digunakan para jamaah hingga berangkat telah siap. Begitu juga dengan maskapai Saudi Arabia yang akan memberangkatkan para JCH ke tanah suci. Dimana Saudi Arabian dapat mengakut 450 penumpang.

"Pada kloter pertama berangkat pukul 23.05 WIB dan akan tiba di tanah suci sekitar pukul 04.00 WAS. Untuk jamaah paling tua bernama Zahid berasal dari Lingga berusia 82 tahun dan jamaah paling muda dari Karimun berusia 28 tahun,” jelasnya.

Tak hanya itu, Marwin juga menyebutkan ada tiga JCH yang tak bisa berangkat. Dua diantaranya sedang sakit dan satunya pasangan dari JCH yang sakit sehingga harus mendampingi. Sebagai penganti, JCH yang berangkat diambil dari kloter lain.

“Jangan takut, yang sakit akan tetap berangkat jika sembuh. Kita posisikan di kloter berikutnya,” imbuh Marwin.

Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementrian Kesehatan, Slamet mengatakan bahwa total JCH asal Indonesia yang berangkat ke tanah suci sebanyak 221 ribu jiwa. Jumlah itu akan berbaur dengan 3 juta jamaah dari seluruh penjuru dunia.

“Sekarang ditanah suci musim panas, suhunya sampai 40 derajat. Karena itu perlu perhatiaan maksimal dari petugas untuk menghindari resiko kesehatan jamaah,” terang Slamet.

Tak hanya petugas, Slamet juga menyebutkan 14 poin yang harus dilaksanakan JCH selama berada ditanah suci. Apalagi dalam menjaga kesehatan karena cuaca yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Beberapa poin yang harus dilaksanakan yakni agar jamaah senantiasan menjaga kesehatan, jika merasa sakit segera lapor petugas, tak melakukan aktifitas fisik berlebihan apalagi yang tidak berhubungan dengan ibadah, istirahat yang cukup setelah beribadah, berprilaku hidup sehat, memakan makanan yang bergizi dan sesuai jadwal, sebelum beribadah hendaknya sarapan, memakai (masker, payung, kacamata, topi) saat berada diluar ruangan, rajin minum air putih maksimal dua liter perdua jam, menyemprotkan cairan yang telah disediakan petugas ke anggota tubuh, mencuci tangan sebelum makan, membawa obat-obatan terutama bagi yang sakit, menghindari hewan seperti unta yang berpotensi menularkan penyakit.

“Kesehatan harus dijaga agar bisa menjalankan ibadah dengan baik. Serta menjaga kekompakan antar regu dan tidak lupa berdoa agar selalu diberi kesehatan,” jabar Slamet.

Sementara Gubernur Kepri Nurdin Basirun mendoakan agar seluruh JCH dapat menjalankan rukun ibadah haji. Sehingga sepulang dari tanah suci, para jamaah bisa menjadi haji yang mabrur.

“Untuk yang belum dapat giliran berangkat agar lebih sabar. Insyallah bisa berangkat sesuai gilirannya. Dan bagi yang berangkat tetap menjaga kekompakan,” kata Nurdin.

Menurut dia, selama ini pemerintah propinsi dan daerah terus memantau seperti apa pelayanan haji di embarkasi Batam. Hasilnya, pelayanan yang diberikan terlihat semakin membaik dari tahun ke tahun.

“Kalau jamaah merasa ada yang kurang baik, segera informasikan. Agar menjadi pembenahan untuk pelayanan berikutnya.   (ega/tn/tim)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »