Tuding Wartawan Buat Berita Fitnah, Oknum RZ Dilaporkan Ke Polda Riau

Posted by On Saturday, July 29, 2017

Pekanbaru, (puterariau.com)  -++--Jangan coba-coba menghalangi tugas wartawan dalam meliput berita. Apalagi yang berbau korupsi, tentu makin runyam permasalahannya. Menghalangi tugas wartawan sama saja menghalangi kebebasan pers, dan ini harus ditindak tegas pada zaman tranparansi saat ini.

Wartawan salah satu media di Riau telah melaporkan oknum RZ ke Polda Riau terkait perbuatan tindak pidana tuduhan fitnah memberitakan. Ferizal dengan karya tulisnya didampingi kuasa hukumnya, Yhofizar SH dan Sirajul Munir SH melaporkan oknum tokoh pemuda salah satu organisasi itu ke Polda Riau pada Kamis, 27 Juli 2017 lalu. 

Menurut Yhofizar SH kepada Putera Riau menyebutkan bahwa oknum tokoh pemuda tersebut telah menuduh atau melakukan tuduhan fitnah memberitakan, menyiarkan tuduhan kepada kliennya yang tak jelas sasarannya. 

"Diduga pelaku RZ telah gegabah yang mempunyai tendensius untuk kepentingan tertentu kepada klien kami, sehingga menimbulkan kerugian moral dan moril klien kami atas tuduhan fitnah pada klien kami sebagai wartawan," ungkap Yhofizar SH. 

Perbuatan pelaku, menurut Yhofizar SH jelas bermaksud menyerang kehormatan nama baik, dan menghalangi peran pers dalam menjalankan aktifitasnya. Pelaku dijerat dengan ketentuan pidana KUHP Pasal 310 Ayat 2, dan KUHP Pasal 311 serta UU Pers No.40 tahun 1999 Pasal 18.

"Kemerdekaan Pers Pasal 4 Ayat 3 mengatur menjamin kemerdekaan pers, dimana pers nasional mempunyai hak, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi, sedangkan Pasal 4 mengatur dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan memiliki hak tolak, maka klien kami membantah tuduhan dengan membuat pengaduan dan melaporkan oknum RZ ke Dirkimmun Polda Riau pada hari Kamis (27/07) lalu," katanya.

Diterangkan kuasa hukum, rekan wartawan Ferizal hanya menjelaskan dengan bukti dan fakta membagikan karya tulisnya menjadi daya tarik pembacanya terhadap kebebasan pers. Mempunyai ruang aplikasi facebook sebagai media sosial, untuk memuat ide-ide, gagasan dan sebagainya yang dapat dipertanggungjawabkan, menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta berpedoman pada UU No.40 tahun 1999.

"Klien kami tidak ada sama sekali mempunyai sasaran mencemarkan nama baik, ujaran kebencian terhadap organisasi yang ditudingkan dan fitnah yang diduga dibuat RZ sebagai dalangnya. Ini harus segera diproses secara hukum untuk pembuktian dengan bukti-bukti pendukung dalam satu berkas," sebut Yhofizar. (beni/fadil)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »