Taksi Online Dihimbau Untuk Tidak Beroperasi Pasca Insiden Di Nagoya Hill Batam

Posted by On Friday, July 21, 2017


Batam, (puterariau.com)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan bahwa angkutan penumpang roda empat yang berbasis aplikasi online di Batam belum ada yang memiliki izin resmi. "Jadi sesuai Permenhub Nomor 26 Tahun 2017, bahwa setiap angkutan harus memiliki izin usaha angkutan sewa khusus. Di Kota Batam sendiri belum ada yang memiliki izin tersebut," ujar Yusfa Hendri saat di konfirmasi Putera Riau, Kamis 20/7/2017.

Berdasarkan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah FKPD Dinas Perhubungan Ditlantas Polda Kepri, perwakilan sopir angkutan konvensional dan online menyatakan bahwa taksi online yang tidak memiliki izin usaha angkutan dilarang beroperasi.

Hasil tersebut diambil untuk meminimalisir insiden yang terjadi antara angkutan konvensional dan angkutan berbasis aplikasi yang kerap terjadi di Batam berapa hari yang lalu.

Untuk itu, kata Yusfa sebelum memiliki izin usaha angkutan sewa khusus, sopir dilarang mengangkut penumpang karena akan dikenakan sanksi.

"Jika kedapatan akan dikenakan sanksi seperti ditilang, pihak kepolisian nanti bisa mengecek SIM pengemudi dan bisa diketahui itu milik pribadi atau SIM pengemudi," ujarnya.

Untuk sementara ini, Yusfa menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan angkutan yang berbasis aplikasi sampai ada izin usaha angkutan sewa khusus diberikan.
Setelah mendapat izin tersebut pihaknya akan melakukan uji kendaraan bermotor KIR. "Kami juga akan melakukan KIR terhadap taksi online yang berplat hitam setelah mendapat izin usaha angkutan sewa khusus," ujarnya. (rega/inyiak)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »