Suhu Politik Jelang Pilkades Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Masih Adem Ayem, Kenapa ?

Posted by On Saturday, July 15, 2017


Tembilahan, (puterariau.com)

Situasi politik di Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir masih terlihat adem ayem. Artinya suhu politik daerah itu terlihat tidak begitu menggairahkan bagi masyarakat. Publik Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir khususnya tentu bertanya-tanya, ada apa ?

Mari simak hasil penelusuran Putera Riau di lapangan dari berbagai sumber lapangan di kalangan warga Desa Nusantara Jaya, yang familiar disebut Kuala Proyek, okey ? Sebagaimana diketahui, ada 4 kandidat Kepala Desa yang bertarung pada 30 Agustus mendatang yakni : Syamsul Muarif, Syarifuddin A. Said, Muslim (Parit Iman) dan Mulyadi (Parit Sederhana). Mereka berempat merupakan calon yang berhak mengikuti Pilkades di Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang.

Untuk menjaga netralitas, Putera Riau berusaha mengambil beberapa sampel tokoh dan masyarakat sekitar yang ikut berkecimpung ataupun berada pada lokus daerah tersebut. Kenapa Pilkades daerah ini terkesan tidak terlalu menjadi perhatian masyarakat sekitar ? Masih kalah dengan suhu politik di Desa Pasar Kembang yang konon khabarnya cukup panas ? Tentu ada analisisnya yang patut kami sampaikan. 

Cerita punya cerita dari mulut ke mulut masyarakat, sebenarnya kandidat yang akan bertarung bukanlah kandidat yang diimpikan mayoritas masyarakat. Karena terpaksa, sehingga mereka menerima kandidat tersebut. "Daripada tidak ada, sekurangnya meramaikan saja," celetuk sumber Putera Riau.

Ada 3 nama yang disebut yang sebelumnya sangat diharapkan masyarakat, yakni Prapto dari Parit Selamat, Djayusman Yusuf (mantan Kades periode pertama) dan Kamsarul Fahrizal yang akrab disapa Ijal (Staf desa Nusantara Jaya). Namun, 3 nama itu hilang alias tidak muncul. Tidak muncul atau sengaja tidak dimunculkan, tentu itu bukan merupakan ranah dalam penelusuran ini.

Karena bukan kandidat yang diinginkan sebahagian besar masyarakat, tentunya suhu politik dalam Pilkades tersebut agak mengendur. "Tapi jika yang mencalon itu Pak Prapto, kami siap berjuang ekstra," ujar sumber menirukan percakapan warga etnis Jawa di daerah itu. Namun, karena calon yang terbaik itu tidak hadir, tentu mereka harus tetap mempunyai pilihan yang akhirnya harus menentukan pilihan pada hari H nanti.

Sumber yang enggan namanya diekspos ini memberikan himbauan pada staf desa, semisal Sekdes dan jajarannya untuk tidak melakukan kampanye untuk salah seorang kandidat, karena ini merupakan ajang pemilihan oleh masyarakat. Karena masyarakat menginginkan pertarungan ini lebih fair, dalam artian hanya itu kandidat yang ada di Desa Nusantara Jaya.

Survei Putera Riau sendiri, memang masih mengunggulkan Syamsul Muarif dengan memperhatikan kuantitas pemilih dari etnis Jawa. Karena dalam data pemilih sementara Desa Nusantara Jaya sekitar 3000 orang, 50 persen diantaranya adalah etnis Jawa. Secara jumlah, tentu diunggulkan karena mengikuti politik suara terbanyak hari ini dimana siapa banyak jumlah, dialah pemenangnya.

Sementara itu, etnis Melayu sendiri hanya sekitar 1000 orang (kira-kira 30%) dari jumlah daftar pemilih sementara yang ada. Sementara untuk etnis Bugis ada sekitar 500 pemilih yang sudah barang tentu suaranya akan berpencar untuk keempat calon Kades tersebut.

Sumber Putera Riau bercerita bahwa 'pekerjaan rumah' Kepala desa berikutnya sangat berat sekali. "Harus siap kerja keras dalam membersihkan kudis-kudis sebelumnya," katanya. Karena permasalahan selama ini harus segera dibenahi satu per satu. Ibarat sakit komplikasi, sang dokter harus melakukan terapi untuk mengangkat segala penyakit yang ada. 

Sebuah kewajaran terhadap penilaian warga yang melihat situasi desa yang harus berbenah dan terus membangun demi kepentingan masyarakat banyak. Survei Putera Riau juga dikuatkan oleh pendapat berbagai komponen masyarakat baik di desa Nusantara Jaya maupun di luar daerah tersebut termasuk desa tetangga.

Unggul secara kuantitas pernah diungkapkan oleh salah seorang tokoh ulama di Keritang, H.Azrai Jafar yang menyebutkan Syamsul Muarif masih diunggulkan diatas kertas. Alasannya jumlah pemilih suku Jawa lebih banyak. Seiring pula dengan demokrasi saat ini, siapapun calonnya, asal menang di kuantitas pasti diunggulkan.

Diprediksi akan muncul dua orang kandidat yang lumayan bersaing seru dalam Pilkades Nusantara Jaya kali ini. Untuk lebih lanjut, biarlah warga desa yang menentukan dan Allah SWT yang menetapkan atas izin-Nya. Semoga Pilkades kali ini mendapatkan pemimpin desa yang amanah, bersih, jujur, profesional dan siap dikritik jika lari dari koridor. Majulah desa Nusantara Jaya untuk Inhil sejahtera. (zamri/adv) 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »