Postingan Cekcok Supir Taksi Di Grup 'Wajah Batam' Timbulkan Polemik

Posted by On Monday, July 17, 2017


Batam, (puterariau.com)

Puluhan supir taksi Nagoya Hill mendatangi Mapolsek Lubuk Baja Batam. Mereka melaporkan kejadian selisih paham antara supir taksi online Muhammad Jaspikar dengan supir taksi Nagoya Hill yang mengantar tamu ke Nagoya Hill masuk melalui pintu barat, sementara tamu diturunkan di pintu timur.

Ketika ia mau keluar, tiba-tiba menerima WA dari tamu yang lain untuk minta dijemput di pintu timur, dan langsung mengambil penumpang tersebut di depan JCO Nagoya Hill. Melihat penumpang masuk ke mobil, secara spontan supir taksi tradisional Nagoya Hill langsung menanyakan ke M Jaspikar, supir Green Taksi yang berujung cekcok mulut antara taksi Nagoya Hill dengan taksi online.

Tidak terima atas perlakukan taksi Nagoya Hill, Jaspikar langsung membuat laporan ke Mapolsek Lubuk Baja yang kemudian dilakukan mediasi oleh pihak Polsek. Pengurus taksi Nagoya Hill dipanggil ke Polsek, yang kemudian ada yang memposting hal ini ke media sosial grup 'Wajah Batam'. 

Atas kejadian Nagoya Hill yang diposting di 'Wajah Batam' itu, Forum Taksi Kota Batam secara spontanitas bersama-sama mendatangi Mapolsek Lubuk Baja pada Magrib (16/07) kemarin. Pengurs Green Taksi mengatakan bahwa pihaknya sepakat dalam pengurusan organda rapat dan hasil rapat tersebut akan disampaikan ke Walikota Batam.

Untuk taksi yang berplat hitam dilarang menjadi taksi online, sementara untuk plat kuning semuanya bisa mengikuti online tanpa syarat. "Sebenarnya saya masuk aplikasi Grab Online ini kami rugi, namun kita perlu ketahui untuk dicari dulu kebenarannya. Apakah supir Green Taksi mengambil via online atau call. Jika call melalui telepon, tidak ada masalah. Kondisi sekarang setelah kami masuk aplikasi Grab selalu dicurigai dimana saja kami mengambil penumpang. Seharusnya taksi pangkalan menanyakan dengan cara baik kepada supir atau penumpangnya," ujar Edi pada Putera Riau.

"Apabila supir Green Taksi mengambil online, maka akan saya pecat dan putus kontrak," ujarnya lagi yang sedang bersama pengacara Green Taksi, Simbolon menjelaskan bagaimana bisa mengelola aplikasi online yang persoalannya izin bukan menjadi domain Polisi. "Tapi kita bahas persoalan pidana yang terjadi dan bagaimana solusinya," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Awal mengatakan bahwa adanya selisih paham antara supir taksi Nagoya Hill dengan taksi Green Taksi online sedang dilakukan mediasi antara kedua belah pihak secara kekeluargaan. (Rega)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »