Onde Mande, Harta Kekayaan Setya Novanto Tersangka Kasus Korupsi E-KTP Bernilai Wah

Posted by On Saturday, July 22, 2017



Jakarta, (puterariau.com)

        Ketua DPR RI, Setya Novanto telah resmi dinyatakan KPK sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Memang hal ini bukan barang baru lagi, sebenarnya publik se-Indonesia pun sudah mengetahui jauh hari. Hanya saja kebisuan publik bukan karena tak tahu tapi bisa jadi untuk melihat bagaimana sebenarnya citra politisi negeri ini berakrobatik.

Dalam setiap kesempatan, nama Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu berkali-kali disebut mereka yang juga terlibat di kasus yang sama. Namun entah kekuatan apa di balik sang Ketua hingga sosoknya tetap kokoh tak tersentuh percikan api korupsi yang sedang melanda itu.

"Setelah mencermati fakta persidangan dua terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Senin pekan ini (17/7).

Dalam pernyataan yang cukup berani, Agus Rahardjo menegaskan bahwa Setya Novanto resmi ditetapkan sebagai tersangka. "KPK menetapkan SN, anggota DPR, sebagai tersangka," katanya.

Diakui publik bahwa Setya Novanto memang sangat licin apabila terseret kasus korupsi. Ia pernah dihadirkan sebagai saksi di persidangan khusus dalam kasus dugaan korupsi pengalihan piutang (cessie) Bank Bali di penghujung milenium terakhir. Novanto juga pernah diperiksa Kejaksaan Agung pada 2013 terkait penyelundupan 60 ribu ton beras Vietnam. Ia juga disebut-sebut telah menerima fee untuk meningkatkan jumlah APBN dalam kasus pembangunan venue PON Riau 2012 yang akhirnya menumbalkan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal.

Namun sepandai-pandainya tupai melompat ia akan jatuh dan selicin-licinnya belut di sawah, suatu saat akan terpancing juga. Demikian agaknya situasi Setnov kali ini. Senin pekan ini, ia pun secara resmi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setya Novanto merupakan sosok penting yang mendorong suksesnya proposal anggaran e-KTP. Anggaran yang masuk dalam APBN sebesar Rp 5,9 triliun, yang ternyata, Rp 2,5 triliun di antaranya, dibagi-bagikan ke puluhan orang yang terlibat.

Fakta hari ini, hasil E-KTP pun masih banyak rakyat yang tak memiliki EKTP dengan berbagai alasan pihak Pemerintah. Proyeknya digelontorkan dana secara besar-besaran, hasilnya ya, kita tahu sama tahu saja.

Setya Novanto sebenarnya bukan pemain baru di jagat politik Indonesia. Saat terlibat di kasus Bank Bali tahun 1999 silam, ia menduduki kursi Wakil Bendahara DPP Partai Golkar. Dan selama hampir 20 tahun terjun di dunia politik, Novanto telah tiga kali melaporkan kekayaannya ke KPK.

Pertama di tahun 2001, lalu di tahun 2009, dan yang terakhir di tahun 2015 saat ia tengah menjabat sebagai Ketua DPR RI.
Dari data terakhir yang dilaporkan ke KPK, Setya Novanto memiliki harta kekayaan yang totalnya mencapai Rp.114.769.292.837. Total harta kekayaan tersebut naik sebesar Rp 40.979.564.786 dari laporan ia pada 2009, saat Setya masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari dapil Timor Barat.

Total hartanya tersebut didominasi oleh harta tidak bergerak, berupa tanah dan bangunan yang mencapai Rp.81,7 miliar. Novanto mendaftarkan 16 objek harta berupa tanah dan bangunan, dengan rincian 10 di Jakarta, 1 di Kupang, 4 di Bogor, dan 1 di Bekasi. Nilai tanah dan bangunannya tersebut naik sebesar kurang lebih Rp.32 miliar dari tahun 2009.

Sementara itu, harta bergerak yang Novanto miliki mencapai Rp.2,3 miliar. Nilai ini turun dibandingkan laporannya di tahun 2009 yang mencapai Rp 3,02 miliar. Nilai kekayaan tersebut bersumber dari alat transportasi yaitu 5 buah mobil, dari Vellfire hingga Jeep Commander, serta logam dan batu mulia yang nilainya Rp 932 juta.

Sisanya, harta kekayaan Novanto bersumber pada Surat Berharga dan Giro yang disimpannya. Setnov di tahun 2015 punya 6 surat berharga yang nilainya mencapai Rp 9,4 miliar, dan giro senilai Rp 21 miliar rupiah, serta tabungan valuta asing 49 ribu dolar AS. (tamba/eka/rls)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »