Meranti Darurat Narkoba Stadium Empat, BNK Bagai Kerakap Tumbuh Di Batu

Posted by On Monday, July 10, 2017

(Dedi Yuhara Lubis)

Selat Panjang, (puterariau.com)

Status peredaran dan kenaikan angka kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti memasuki level 'darurat narkoba'. Ibarat virus, Meranti sudah menuju stadium empat. Tanya kenapa ? 

Maraknya kasus narkoba di Meranti dapat terlihat dari beberapa kasus yang diungkap pihak Kepolisian. Selain itu, narkoba sudah banyak menimbulkan korban, terutama di kalangan generasi muda yang sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. 

Seharusnya, untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di Kabupaten termuda di Provinsi Riau,  peran serta Pemerintah Daerah dalam hal ini Kabupaten Meranti tentu sangat dibutuhkan. Akan tetapi seakan Pemda Kabupaten Meranti tutup mata. 

Selain itu, peran serta organisasi masyarakat, kepemudaan juga perlu bekerja sama dalam mengatasi maraknya kasus narkoba. Perlunya kerjasama yang baik dan bersinergi antara ormas lembaga swadaya masyarakat dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Meranti dengan penegak hukum seperti pihak Kepolisian. 

Ketua Ikatan Keluarga Batak Islam Saroha (IKBISAR) Kabupaten Meranti, Dedi Yuhara Lubis meminta kepada Pemerintah Kabupaten Meranti untuk segera melakukan tindakan yang dapat meminimalisir peredaran narkoba. Bagaimana upaya untuk menekan dan mengantisipasi serta mencegah penggunaan dan penyebaran bahaya narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti. 

"Yang ironisnya lagi, penyebaran dan penggunaan narkoba sendiri, tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja, tetapi sudah sampai ke anak di bawah umur. Bahkan setiap harinya semakin banyak penyalahgunaan narkoba di Meranti," ungkapnya pada Senin (10/07/2017).

"Setidaknya, BNK Meranti dapat mengatasi itu semua, sebab selama ini keberadaan BNK di Kabupaten Kepulauan Meranti seakan tiada arti. Kita tidak pernah melihat dan mendengar, apa saja program-program dan kerja nyatanya. Hal ini sangat kita sayangkan, jika keberadaan BNK dikabupaten ini hanya sekedar ada saja, tanpa ada implementasinya dan percuma ibarat kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau," tambahnya kepada Putera Riau.

Untuk itu, Dedi yang juga merupakan Sekretaris DPC PWRIB Kabupaten Kepulauan Meranti ini berharap kepada seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Meranti agar dapat serius dan menjalin komunikasi yang baik agar peredaran narkoba dan jaringan-jaringanya bisa diberantas sampai ke akar-akarnya.

"Jangan keberadaan kita hanya sebagai pelengkapnya saja tanpa ada gerak nyatanya. Karena dalam pemberantasan dan memerangi narkoba, tidak cukup hanya para penegak hukum saja, dalam hal ini pihak Kepolisian, mereka sangat mengharapkan peran serta dari kita semua dan seluruh lapisan masyarakat," harapnya. 

"Kita berharap kepada seluruh penegak hukum (kejaksaan dan pengadilan), kiranya dalam memberikan tuntutan dan hukuman kepada baik itu yang diduga pelaku maupun pelaku, benar-benar mengedepankan hukum yang berlaku kepada yang bersangkutan. Semoga harapan ini benar-benar dapat terwujud dan Kabupaten Kepulauan Meranti kedepanya bebas dari narkoba,dan anak bangsa ini bisa terselamatkan," harapnya kembali. (Abm)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »