Kondisi Alam Desa Bukit Kerikil Mulai Kritis, Kemana Pemerintah Bengkalis ? Tidur ?

Posted by On Friday, July 28, 2017


Bukit Batu, (puterariau.com)

PETANI (Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia) Kabupaten Bengkalis kembali bereaksi. Kali ini akibat ulah pembalak liar yang katanya sudah diberantas, malah makin menjadi-jadi di Kabupaten Bengkalis. Misalnya yang terjadi pada jebolnya tanggul di KM 18 Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. 

Kondisi air semakin menyurut karena derasnya air menuju danau dan sungai siak kecil. "Jika tidak diatasi, lahan gambut akan cepat mengering dan bisa saja terjadi kebakaran lahan gambut. Lebih baik mencegah dari awal daripada terjadi, Riau dan Jakarta juga nanti yang akan kepeningan," ujar Sahat Mangapul Hutabarat, Kordinator PETANI Kabupaten Bengkalis, Riau. 

Ia menyebut Sinar Mas Grup yang lahan HTI nya cuma 300 meter dari area ini untuk segera ikut mengatasi kerusakan alam akibat pembalakan liar yang terus terjadi meskipun pejabat dan penegak hukum sudah berkoar-koar menyebut tidak ada lagi pembalak liar di daerah ini. 
(lokasi dilihat melalui gps hp android)

"Sudah lama dan berulang-ulang kami sampaikan agar semua pihak duduk bersama mencari jalan keluarnya. Hanya pihak Polri dan BKSDA yang mau diajak berdiskusi," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Bengkalis dan lainnya tidur enak menunggu gaji dari rakyat, sehingga kalau nanti terjadi kerusakan alam, disebutlah salah alam atau warga sekitar.

Padahal selama ini yang melakukan pembalakan liar ini ada 'kekuatan' di balik kekuatan pemerintah, sehingga hingga kini kegiatan pembalakan itu terus berlangsung. PETANI meminta pada Presiden Jokowi, Ibu Menteri LHK, Kepala BKSDA, Kapolda Riau dan Kapolres Bengkalis dan Bupati Bengkalis untuk memperhatikan kondisi alam di Desa Bukit Kerikil Kecamatan Bukit Batu ini yang makin rusak alamnya. 

"Kalau sudah terjadi bencana nantinya, yang dipergunakan untuk turun lapangan tentunya uang rakyat juga, jadi sebelum terjadi mestinya harus ada solusi, ungkap Sahat. (SH/PR)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »