Ketua DPW PPP Riau, Drs. Umroh HM Thayib : Partai Dibentuk Atas Ideologi Yang Jelas Dan Telah Berakar Kuat Di Riau

Posted by On Saturday, July 08, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com)

Partai Persatuan Pembangun (PPP) kubu Djan Faridz mengklaim memiliki ideologis yang jelas dan kuat. PPP pun yakin akan tetap menjadi kanal demokrasi di Indonesia.

"Yang jelas kita PPP ini dilahirkan Partai Islam yang jelas identitas dan asal usulnya. Sudah pasti mengakar apalagi di Riau negeri Melayu ini sangat identik dengan Islamnya. Idiologi kita jelas tidak ngambang kita punya enam prinsip perjuangan Partai," ujar Ketua DPW PPP Propinsi Riau, Drs. Umroh HM Thayib pada Putera Riau.

Ketua DPW PPP Riau optimis bahwa publik dan masyarakat Riau yang mayoritas muslim tetap memiliki pandangan yang baik terhadap eksistensi Partai. Karena Partai dibentuk atas landasan dan ideologi yang jelas dan terarah.

Hal ini juga sudah ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Kubu Djan Faridz Nu'man Abdul Hakim yang mengatakan bahwa ideologis PPP jelas dan kuat karena didirikan oleh partai-partai Islam masa lalu yang juga memiliki ideologi jelas dan kuat.

"PPP itu didirikan oleh Partai Nahdlatul Ulama, Syarikat Islam, Muslimin Indonesia, dan Partai Tarbiyah. Waktu diresmikan, jumlah kursinya 99 kursi. Jadi kalau bikin perusahaan itu ada asetnya, ada sahamnya, dan sebagainya," papar Nu'man dalam rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) PPP dan silaturahmi ulama se-Jawa Barat di Bandung, Kamis lalu (6/7/2016).

Ideologis PPP semakin kuat karena PPP pun telah meletakkan enam prinsip partai, diantaranya prinsip ibadah, istiqomah, memperjuangkan kebenaran, dan menjemput keadilan yang tidak berubah sampai sekarang.

"Jadi Partai ini punya ideologi. Siapapun yang memimpinnya, selama masih pada jalan yang benar, saya kira akan tetap menjadi kanalnya bagi demokrasi di Indonesia," tegasnya.

Menurut Nu'man, partai politik itu sejatinya merupakan kekuatan yang harus memiliki ideologis. Partai yang tidak memiliki ideologis hanya akan berdampak pada pragmatisme dan merusak sistem demokrasi. (Beni/adv)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »