Hari Ini, Warga Tanjung Uma Tolak Penggusuran Oleh Tim Terpadu

Posted by On Thursday, July 13, 2017


Tanjung Uma, (puterariau.com)

Warga menolak penuh upaya mediasi tim terpadu Tanjung Uma Kota Batam, sehingga penggusuran yang sedianya dilaksanakan hari ini akhirnya tidak mencapai kata sepakat. Tim terpadu melakukan penggusuran pada Kamis siang (13/07/17) hari ini.

Masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak menolak secara tegas penggusuran. Mereka menghadang alat berat yang diturunkan tim. Demikian pula dengan kalangan bapak-bapak yang mencoba menghalang tim penggusuran. "Kami tidak terima digusur," teriak mereka kompak.

Kordinator masyarakat Bukit Timur, Tanjung Uma, Yusuf meminta agar aparat Kepolisian tidak melakukan tindakan anarkis dalam penggusuran. "Sebab pada dasarnya masyarakat mau didata," ujarnya dalam orasinya saat tim terpadu memasuki kawasan Tanjung Uma.
(Warga tolak dan hadang tim terpadu penggusuran)

Penggusuran ini dinilai masyarakat tidak adil dan masyarakat pun tidak pernah diikutsertakan dalam pertemuan tersebut. Selain itu, biaya ganti rugi tidak layak untuk pembuatan kandang kambing yang ukuran 2X3 saja bisa memakan anggaran 25 juta. "Nah, kami dikasih ganti rugi 3 juta ditambah 1 kapling. Bagaimana kami bisa membangun rumah dengan dana segitu, sudah puluhan tahun kami menempati lokasi ini tapi hanya dihargai seperti ini," sebut warga.

Ia meminta agar tim terpadu tidak melanjutkan kegiatan dan memfasilitasi untuk pertemuan pembahasan ganti rugi yang lebih layak. "Tolong berikan kami ganti rugi yang layak sehingga bisa membangun rumah yang layak," pinta warga. (rega/komi)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »