Diduga Telat Bayar, PLN Putus Aliran Listrik Kantin Dinas Perhubungan Pelabuhan Pancung Sekupang

Posted by On Tuesday, July 25, 2017


Batam, (puterariau.com)

Sudah 10 hari terakhir, pedagang di kantin Dinas Perhubungan Pelabuhan Pancung tak mendapat aliran listrik pasca pemutusan aliran oleh PLN.

Untuk mengakalinya, para pedagang terpaksa menyalakan lilin dan tutup lebih awal dibandingkan sebelumnya. Hanya saja, walau telah menggunakan lilin, namun kantin masih tetap terlihat gelap. 

Seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya kepada Putera Riau mengaku tetap menjalankan aktifitas seperti biasa meskipun gelap-gelapan. 

"Aliran listrik ini diputus, mungkin pemilik gedung kantin belum membayar kali Pak, sehingga oleh PLN langsung diputus," ujar salah satu pedagang di kantin gedung Pelabuhan Pancung.

Pemutusan aliran listrik tersebut, selain membuat ruangan jadi gelap tentu sangat menyulitkan mereka karena tak bisa menyalakan perkakas elektronik. Mulai penanak nasi, kulkas maupun alat elektronik lain yang membutuhkan aliran listrik.

"Kalau aktifitas pelayanan pancung 24 jam Pak, dan lampu di gedung ini mati, terkadang kasihan para penumpang yang ingin ke Belakang Padang gelap-gelapan lewat dari gedung ini. Mudah-mudahan segera ada penyambunganlah Pak, agar kami bisa berjualan seperti biasanya," ujarnya polos.

Sementara itu, Humas Bright PLN Batam Bukti Yoga ketika dikonfirmasi Putera Riau, Selasa pagi (25/7/2017) membenarkan pemutusan arus listrik di beberapa kantin di pelabuhan Pancung Sekupang. Penyebabnya karena pelanggan tidak bayar tagihan.

"Untuk pemutusan arus sementara itu bisa saja dilakukan sepanjang itu tak bayar. Untuk yang di kantin pelabuhan Pancung kami belum tahu persis bagaimana. Nanti kami cari tahu dulu info di lapangan," kata nya melalui sambungan telepon selular.

Biasanya, kata Bukti Panggabean, pemutusan arus sifatnya hanya sementara. Bila sudah bayar akan disambung kembali. Lain halnya terang Bukti, bila si pelanggan tidak bayar selama tiga bulan berturut-turut, petugas PLN di lapangan terpaksa melakukan putus rampung.

"Kalau sudah membongkar rampung, harus permohonan baru. Lainnya hal kalau tidak rampung. Dimohon langsung disambung. Karena kalau sudah bongkar rampung akan diblack list nomor ID pelanggan yang dimaksud," beber Bukti. (rega)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »