Debt Collector Mega Finance Rampas Motor Pelanggan Sesuka Hati

Posted by On Tuesday, July 11, 2017


Taluk Kuantan, (puterariau.com)

Debt Collector yang mengaku dari Leasing Mega Finance kembali berulah dengan melakukan perampasan kenderaan bermotor di tengah jalan layaknya perampok. Kali ini korbannya SHN (33), warga Tanjung Baru Simandolak Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau.

Menurut laporan korban mengatakan bahwa penarikan paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh 3 orang Debt Collector terjadi ketika ia sedang berada di Pekanbaru.

"Tiba-tiba Debt Collector itu menghampiri saya dan langsung meminta motor yang saya kendarai tersebut tanpa ada musyawarah, motor itu sudah saya bayar lunas dan ada bukti kwitansi pembayaran lunasnya," ujar SHN.

Padahal, perbuatan pengambilan paksa kendaraan bermotor yang masih dalam proses kredit sekalipun tidak boleh dilakukan oleh Debt Collector. Sebab hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.130/pmk.010/2012 tentang pendaftaran fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

"Tindakan kekerasan atau perampasan tersebut dapat diancam dengan pasal 365 KUHP 368  tentang perampasan dengan ancaman 12 tahun penjara serta perbuatan tidak menyenangkan. Atas kejadian ini, jika tidak ada niat baik perusahaan Mega Finance maka kasus ini akan dilaporkan kepada pihak Kepolisian, karena saya merasa dirugikan saat ini," jelasnya.

Sebelumnya, motornya juga pernah diambil paksa Debt Collector Mega Finance di wilayah Sumatera Barat namun akhirnya dilepas kembali setelah SHN dipaksa menebus  uang Rp. 1.500.000 oleh pihak Mega Finance.

Dengan motor yang sama, kembali  diambil paksa oleh Debt Collector Mega Finance, ia kembali memaksa korban untuk membayar uang Rp.5.000.000 sebagai penebus BPKB kendaraan bermotor miliknya.

Sementara pimpinan cabang Mega Finance Taluk kuantan, Sirait, mengaku tidak mengetahui kejadian internal perusahaannya. (Rudi husein/rl)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »