Carut Marut Program BSPS, Butuh Pendataan Akurat Pada Masyarakat

Posted by On Saturday, July 22, 2017


Batam, (puterariau.com)

Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di Kecamatan Batu Aji Sagulung pada (22/07/2017) berdasarkan data pengajuan dari RT/ RW yg diusulkan oleh Lurah ke Kemen PU Pera melalui Dinas Perkimtan sedang berjalan. Bagi warga yang belum dapat akan menjadi prioritas usulan pada tahun berikutnya.

Hal ini mengingat jumlah yang terbatas sehingga mesti dilakukan verifikasi oleh fasilitator lapangan, baik dari RW dan Lurah. "Kalau ada yang di-cancel, itupun akan diajukan kembali tahun depan dengan melengkapi persyaratan yang ditentukan oleh Kemen PU Pera," kata Alim Tamimi, selaku Ketua Tim Kecamatan kepada Putera Riau.

Namun, kekecewaan bagi Sudarsono, warga  Kav. Bukit Seroja Blok C1.95 yang datanya sudah masuk sampai di Kecamatan, dan tanda tangan pembuatan rekening Bank Riau sudah dilaksanakan di Kantor Camat.

Sebab pengambilan bahan bangunan di toko yang ditunjuk panitia, yang bersangkutan ditolak. Karena datanya telah dicancel. "Dengan alasan punya kos-kosan. Kalau data saya ditolak, tolong balikin data saya yang udah dibubuhi tanda tangan dan materai 6 lembar," kata Sudarsono. 

Pada dasarnya bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS), pelaksanaannya di tiap Kecamatan dikelola oleh tim pemberdayaan masyarakat. Tidak sedikit masyarakat memerlukan hunian yang layak, diantaranya melalui program BSMS. Akan tetapi masih banyak juga penerima yang belum faham bahwa bantuan tersebut hanya dengan nilai Rp.15 juta berupa bahan bangunan dikarenakan anggaran yang terbatas.

Sering kita jumpai penerima bantuan yang justru kalau dilihat secara status sosial tidak layak untuk menerima. Seperti contoh karena kondisi rumahnya sudah permanen. Kondisi seperti itu terjadi karena tidak jarang ada kedekatan atau ikatan saudara baik dengan LPM maupun pihak Kelurahannya sendiri. Sementara masih banyak disekelilingnya, masyarakat yang tinggal di gubuk reot.

Arif, salah seorang warga Kav. Bukit Seroja, Kelurahan Sai Pelungut Kecamatan Segulung misalnya. Padahal dia sangat mengharapkan bantuan tersebut, namun apa hendak dikata, ia bahkan tidak terdata oleh pihak berkompeten.

"Bapak lihat sendiri, kan rumahnya. Kalau musim hujan bocor dimana-mana. Kalau kondisi ekonomi mampu mah, ga bakal minta bantuan Pemerintah, sudah renovasi sendiri," ungkap Ibu Nur, tetangganya yang sedikit kasihan. 

Ia berharap Pemerintah memperhatikan masyarakat yang memang membutuhkan. "Mohon supaya secepatnya merealisasikan program BSPS itu," pintanya.

Dari pantauan Putera Riau di lapangan melihat kenyataan yang berbeda dari apa yang tertera diatas kertas selama ini. Putera Riau pun mencoba konfirmasi ke Camat Sagulung, Reza. Ia mengatakan bahwa pihak Kecamatan hanya sebagai fasilitator.

"Kalau untuk detil, minta pada Perkimtan," arah Camat pada Putera Riau. (alfis koto)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »