Bupati Yopi 'Absen' Pada Halal Bihalal IKA INHU, Masyarakat Sangat Kecewa

Posted by On Sunday, July 16, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com)

Masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu merasa sangat kecewa karena acara halal bil halal yang ditaja Ikatan Keluarga Indragiri Hulu di rumah makan khas Melayu (16/07/17) tanpa dihadiri oleh Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto. Padahal acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral Riau yang berasal dari Inhu seperti HR Rivai Rachman, HR Mambang Mit, HR Maizir Mit, Emrizal Pakis, HR Marjohan Yusuf, Arsyad Rachim, Encik Hasyim, anggota DPRD Riau pemilihan Inhu, Supriati, R.Yoserizal Zen dan lain sebagainya.

Menurut Ketua IKA Inhu, Emrizal Pakis, halal bihalal kali ini agak berbeda. Biasanya dari hotel ke hotel, kali ini ditaja ke tempat yang lebih bermasyarakat dengan bernuansa Melayu. Namun, Pemkab Inhu yang seharusnya menjadi salah satu pendukung malah tidak hadir sama sekali. Apalagi pemilik RM Makan Khas Melayu itu adalah warga Inhu, yakni Ibu Upik, yang terasa sangat kental kekeluargaannya.

Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi masyarakat Inhu yang ada di Pekanbaru yang selama ini tidak dapat bertemu dan bertatap muka serta membangun kebersamaan.

Ini tentu sangat berbeda dengan Kabupaten lain, seperti Inhil saja. Bupati Inhil HM Wardan sangat peduli dengan masyarakatnya, sehingga bagaimanapun sibuk kegiatan sang Bupati, tetap berusaha menyempatkan diri untuk hadir. Artinya, secara mengayomi, Bupati Inhil HM Wardan lebih benar-benar memihak rakyatnya. 

Demikian pula dengan Bupati Siak, Syamsuar yang mengadakan acara halal bihalal, selalu menyempatkan hadir untuk masyarakatnya. Apalagi dengan Gubernur Riau, Andi Rachman yang 'ngotot' hadir meskipun sedang dikejar 'jadwal' Pemerintahan. Asumsinya apa ? Untuk masyarakatnya, pemimpin-pemimpin ini 'mati-matian' berada pada rakyatnya meskipun kondisi 'genting' waktu sekalipun.

Warga Inhu yang berada di Pekanbaru sangat menyesalkan ketidakhadiran Bupati Inhu, Yopi Arianto yang tidak bisa menghadiri acara semacam ini. "Bagaimana mungkin ia bisa mengayomi dan melayani masyarakat Riau, sementara masyarakat Inhu yang sedikit ini saja tak bisa dikondisikannya, walaupun cuma sebentar saja, ini kan menjadi kekecewaan bagi kami," sebut warga yang menghadiri acara ini.

Bupati Yopi Pentingkan Urusan Pribadi Ketimbang Rakyat

Dari keterangan panitia yang dikorek Putera Riau, Yopi Arianto sedang berada di Jogjakarta, sementara wakil bupati Khairizal sedang sakit. Bahkan, tak ada satu perwakilan pun dari Pemkab Inhu. Kesan yang ditangkap Putera Riau adalah untuk masyarakat Kabupaten Inhu saja, jajaran Pemkab Inhu sudah tak perduli, apalagi dengan skala luas seperti Propinsi Riau saat in. "Bisa hancur masyarakat-masyarakat yang daerah lainnya, kalau untuk kami yang sedikit ini saja begini," ungkap warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat IKA Inhu, Rivai Rahman mengatakan bahwa meskipun seluruh masyarakat yang hadir memiliki kesibukan masing-masing dengan berbagai kewajibannya, tapi masih bisa berikhtiar untuk menghadiri dan melaksanakan acara ini.

"Kita bisa lihat seluruh Riau ini, yang membuat acara dan membiayai adalah Bupati. Hanya Bupati Inhu yang sampai hari ini tak pernah mau tahu. Namun, walaupun tak mendapat dukungan Bupati, kita tetap bersemangat demi terlaksananya kegiatan yang sangat bermasyarakat ini," kata Rivai Rahman.

Rivai Rachman meminta agar kedepan ada perbaikan mengenai acara halal bi halal yang dilaksanakan. "Kita mesti adakan acara halal bi halal Indragiri keseluruhan. Sekali-sekali kita kumpul seluruh keluarga besar Indragiri yakni Inhu, Inhil dan Kuansing. Kita minta namanya diganti Indragiri, sebab seharusnya pemekaran itu tidak merubah nama Kabupaten Induk, dan kita telah mendengar nama Kabupaten Indragiri yang tinggal menunggu kajian akademis," ungkapnya.

Gubri Andi Rahman Sangat Apresiasi 

Sementara itu, Gubernur Riau, Andi Rachman sangat mengapresiasi acara halal bi halal IKA Inhu yang dilaksanakan ini. Ia menilai adanya kekompakan antar sesama tokoh, sesama masyarakat yang ada sehingga terciptanya kerukunan antar sesama. Ia berharap agar masyarakat Inhu bisa berkontribusi bagi pembangunan Riau kedepan.

Demikian pula Kadis Kebudayaan Propinsi Riau, Yoserizal Zen mengatakan bahwa sebagai putera Indragiri Hulu, ia hadir bukanlah sebagai seorang pejabat, namun lebih sebagai masyarakat Kabupaten Inhu. "Alhamdulillah, acara ini sukses dan dapat mempererat silaturahmi dan kekeluargaab pada keluarga besar Inhu," katanya.

Seluruh tokoh-tokoh Riau yang berasal dari Inhu berusaha hadir menyempatkan diri pada acara halal bihalal yang dilaksanakan. Anehnya, Bupati Inhu dan jajarannya malah tak memberi keterangan apapun. Masyarakat Inhu di perantauan bagai kehilangan induk. Hal ini dikatakan oleh sejumlah sumber PR dari kalangan warga Inhu yang tinggal di Kota Pekanbaru.

"Bagaimana bisa mengayomi masyarakat Riau, sementara masyarakat Inhu saja tak bisa diayomi Pak Bupati. Ini acara yang dijaja masyarakat Inhu yang ada di Kota Pekanbaru, lalu bagaimana masyarakat lain bisa percaya terhadap Pak Bupati kalau mampu memimpin Riau, wong memimpin masyarakat Inhu saja sudah kewalahan begitu," sesalnya pada Putera Riau.

Apalagi disebutkan bahwa Bupati Inhu bahkan mempromosikan diri untuk masyarakat Riau, sementara untuk masyarakat Inhu yang sedikit saja tak bisa dikendalikan sang Bupati tersebut. Walah... Piye toh... (eka/tamba/pr)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »