Bupati Wardan Ekpose Potensi Kelapa Inhil : 'Ternyata Kebutuhan Kelapa Tiongkok Tinggi'

Posted by On Sunday, July 23, 2017


Jakarta, (puterariau.com)

Difasilitasi oleh China Council of Promotion of International Trade (CCPIT), Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melakukan ekspose potensi kelapa di hadapan perwakilan Pemerintah Propinsi Hainan, Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta, Selasa pekan ini (18/7/2017).

Pada kegiatan ekpose itu, Bupati Inhil HM Wardan menyampaikan potensi kelapa yang selama ini belum terkelola secara maksimal dan menawarkan jalinan kerjasama untuk hal tersebut. 

"Nanti ketika hubungan perdagangan produk kelapa dengan China sudah terjalin, kami siap untuk mensuplai kebutuhan akan produk kelapa bagi Tiongkok," ujar Bupati.

Dalam ekspose yang dilakukan, Bupati Wardan juga menyampaikan bahwa hambatannya adalah tingkat produktifitas sebagian masyarakat pekebun kelapa yang saat ini tengah dialami sehingga membuat produksi perkelapaan dari kebun kelapa tersebut sedikit menurun beberapa waktu belakangan.

"Saat ini sebagian kebun masyarakat tengah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai hal. Namun demikian, hal tersebut bukanlah merupakan hal yang besar, masih bisa dicarikan solusinya. Pihak Pemkab Inhil sekarang sedang berupaya untuk mengatasi permasalahan perkelapaan tersebut," kata Bupati seraya mengajak pihak Hainan untuk berinvestasi sebagai wujud kerjasama kontraktual untuk pasokan kebutuhan kelapa di Tiongkok.

Guna menindaklanjuti rencana kerjasama investasi perkelapaan ini, Bupati Wardan menilai harus dilakukan pembicaraan lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Inhil dengan pihak Pemerintah Propinsi Hainan, Tiongkok, terlebih saat ini, ekspor kelapa bulat masih menjadi polemik di Indonesia. Beberapa perusahaan berjalan dibawah kapasitas normal sehingga harga kelapa masih relatif murah.

Sementara itu, Perwakilan Hainan, He Sheng Xian mengatakan bahwa saat ini terjadi peningkatan popularitas produk pangan kelapa di Tiongkok. Produk utamanya adalah minuman santan, permen serta biscuit berbahan kelapa.

He Sheng Xian menuturkan bahwa terdapat 400 industri kelapa di Hainan, dengan pasar yang tumbuh kuat serta luas kebun yang kurang dari 70 ribu hektar. Sedangkan, para pengusaha lokal tersebut dapat dipastikan akan terus berekspansi.

"Tentunya, kami memerlukan pasokan yang lebih dari sekadar pasokan yang saat ini dihasilkan dari areal perkebunan kelapa lokal di Tiongkok agar produksi produk olahan berbahan kelapa di Tiongkok dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat disana. Untuk itu, kami memerlukan ekspor bahan baku kelapa," katanya. (beni/adv)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »