54 Karyawan PT. Laut Jawa Minta Hak-Hak Mereka Ditunaikan Perusahaan

Posted by On Tuesday, July 25, 2017


Selat Panjang,( puterariau.com)

Tidak dibayarnya gaji dan pesangon oleh perusahaan sampai saat ini menjadi penderitaan bagi 54 mantan pekerja yang kini nasibnya masih terkatung-katung. Ke 54 mantan pekerja (52 supir serta 2 mekanik) yang habis masa kerjanya itu ditelantarkan oleh pihak perusahaan sub kontraktor PT. EMP Malacca Straits di Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni PT Laut Jawa Makmur Sejati. 

Memang masa kerja habis sejak tanggal 30 Juni 2017 lalu, namun apa yang menjadi hak mereka tak kunjung dibayarkan pula. "Ya, seperti terkesan lepas tangan begitu saja," terang Amriuzi salah seorang mantan supir di perusahaan tersebut, pada Senin kemarin (24/7/2017). 

"Sudahlah pesangon kami belum dapat, gaji kami dari bulan Maret sampai Juni 2017 pun belum dibayar oleh perusahaan, itulah sebabnya kami meminta pada perusahaan dan disetujui sebanyak 28 unit mini bus. Sebagai jaminannya ya, mini bus itu," tambahnya. 

Dari keterangan Amriuzi, bahwa selama 2,5 tahun bekerja di perusahaan tersebut, pembayaran gaji selalu tidak tepat waktu, serta ditambah dengan uang cuti yang tidak pernah dibayar oleh pihak perusahaan. 

"Sekarang kontrak kerja kami sudah habis, jadi kami menuntut hak, dan kami sudah melayangkan surat ke Bupati Kepulauan Meranti, Dinas Tenaga Kerja Meranti bahkan ke Komisi A DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti. Setelah ini kami juga akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polres Kepulauan Meranti, bahwa 28 mini bus milik perusahaan itu bukanlah disandera melainkan sebagai jaminan," sebut Amriuzi.

Sebelumnya, 3 (tiga) utusan yang mewakili dari 54 (52) para supir dan (2) mekanik mesin dari para mantan pekerja PT. Laut Jawa sempat mendatangi Kantor DPC PWRI-B Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di Jalan Banglas Selat Panjang, pada Senin 17 Juli 2017 lalu. Ketiga utusan tersebut yakni Tasar Huda, Amiruzi dan Syafruddin. 

Maksud dari kedatangan mereka yakni untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang sedang mereka hadapi. Persoalan itu antara lain menyangkut gaji mereka yang selama kurang lebih dua setengah tahun belum juga mereka dapatkan dari PT. Laut Jawa, Sub Contractor PT.EMP Malacca Straits yang telah mempekerjakan mereka sebagai supir. 

Kedatangan mereka disambut baik oleh Ketua Dewan Penasehat DPC PWRI-B Meranti, Zainuddin SAg, Sekretaris DPC PWRI-B Meranti, Dedi Yuhara Lubis, beserta beberapa orang pengurus yang sekaligus merupakan para wartawan yang bernaung di bawah organisasi PWRI-B Meranti. 

Adapun yang menjadi tuntuan mereka diantaranya terkait pesangon, dispensasi keterlambatan gaji, uang cuti, sisa gaji dan pesangon tahun 2014. Jika ditotal secara keseluruhan dalam batas yang wajar-wajar saja, nominalnya mendekati angka 3,1 miliar.

"Intinya kita para pekerja akan menahan 28 unit mini bus tersebut, sebelum pihak perusahaan membayar gaji atau hak-hak kita (para pekerja, red), dilunasi atau dibayarkan," terang salah seorang pekerja. (agus budiman)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »