Untuk Kemajuan Bangsa, Bupati Meranti Minta Pola Pikir Anak Diubah Dari Menjadi Birokrat Ke Wirausaha

Posted by On Wednesday, June 07, 2017



Selat Panjang (puterariau.com)----

Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi didampingi Hj. Nirwana Irwan, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Wakapolres Meranti Kompol Wawan, Kajari Meranti, Anggota DPRD Meranti Darwin Susandy, Asisten II Sekdakab. Meranti H. Anwar Zainal, Asisten III Sekdakab Meranti HT  Akhrial, Danramil, Kepala Dinas Sosial Drs. H Asroruddin, Kepala Dinas/Badan Dilingkungan Pemkab Meranti, Ketua MUI Meranti, Para Camat, penggerak PKK, serta tokoh Agama/Adat plus masyarakat melakukan pengukuhan Forum Anak Kabupaten Kepulauan Meranti Masa Bakti 2017-2019 di aula Kantor Bupati Meranti Jalan Dorak Selat Panjang, Selasa lalu (06/05/2017). 

Pengukuhan ditandai pengucapan sumpah yang dipimpin oleh Bupati Kepulauan Meranti dilanjutkan dengan pelepasan balon udara dan burung merpati Keudara oleh Bupati dan Forum Anak Meranti.

H. Asroruddin mengatakan bahwa forum ini bertujuan untuk mengembangkan bakat anak, sekaligus sebagai wadah penata sosial yang membahas berbagai masalah keluhan dan hak-hak anak dibawah 18 tahun.

Ada 23 orang pelajar tingkat SMP dan SMU sederajat se-Kabupaten Kepulauan Meranti yang dikukuhkan Bupati. Cahya Bela Dina terpilih menjadi Ketua Forum Anak dan Dea Mirza sebagai sekretaris.

Pada kesempatan itu Forum Anak juga menyampaikan pernyataan sikap yang diantaranya berisi bebas eksploitasi anak. Forum Anak juga mendukung fasilitas pelayanan kesehatan, mendukung pemberian bantuan kepada masyarakat miskin, pemerataan fasilitas pendidikan, mendukung pembangunan taman bermain ramah anak dan melestarikan permainan tradisional, serta meminta menghentikan sikap diskriminatif terhadap anak.

Bupati Irwan sangat mengapresiasi adanya Forum Anak. Menurutnya, kegiatan rutin tahunan ini semakin hari semakin membanggakan dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang berhasil diraih oleh anak-anak Meranti mulai dari TK hingga SMU yang tak terlepas dari peran Forum Anak itu sendiri.

"Untuk itu saya harap orang tua, tokoh masyarakat, pemuda dan instansi pemerintah lainnya, dapat lebih memperhatikan masalah anak, dapat memberikan sosialisasi dan bimbingan serta tausiah kepada ornag tua dan anak sehingga dapat menekan kasus kekerasan," ujar Bupati.

Bupati juga menghimbau seluruh pejabat instansi pemerintah bahu-membahu membuat sistem perlindungan anak agar kasus kekerasan anak dapat ditekan secara signifikan dari waktu ke waktu.

Dihadapan legislator dan Forkopimda, Bupati mengungkapkan sistem pembinaan terhadap anak saat ini telah berhasil menciptakan kreatifitas dan inovasi anak berkembang dengan baik. Dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang berhasil diraih. Namun ada satu hal yang sedikit terlupakan yakni bagaimana merubah cara berfikir anak yang sebelumnya bercita-cita ingin menjadi pejabat atau bekerja di Pemerintahan untuk menjadi anak-anak yang berjiwa entepreneur. 

"Cara berfikir anak harus diperbaharui dari menjadi pejabat ke wirausaha. Dengan begitu, kedepan tidak lagi banyak kita dengar yang menganggur, menunggu antrian jadi pegawai atau honorer, tapi bisa menjadi wiraswasta yang mampu membuka lapangan kerja sendiri," paparnya.

Menurutunya salah satu penyebab kemiskinan dan banyaknya pengangguran saat ini berkaitan erat dengan apa yang dilakukan anak ketika berusia dini. Untuk mengatasi cara berfikir anak, harus digeser dari sebelumnya bercita-cita jadi birokrat menjadi wira usaha. 

"Kedepan kepada SKPD terkait selain menggelar kegiatan yang telah eksis juga dapat disisipkan kegiatan untuk membangun mental kewirausahaan, agar kedepan anak-anak tamatan SMU tidak lagi berharap menjadi pegawai maupun honor tetapi dapat membuka lapangan kerja sendiri," pungkasnya. (agus)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »