Saban Tahun Selalu Terombang-ambing, Guru Bantu Se-Riau Curhat Pada Gubernur

Posted by On Wednesday, June 07, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com) ----

Guru bantu ibarat ada namun tiada. Artinya eksistensi mereka diakui, namun seputar pengabdian kinerja mereka terabaikan. Itulah agaknya yang cocok dialamatkan buat kalangan pencerdas kehidupan bangsa itu. Dari tahun ke tahun mereka selalu terombang-ambing hanya karena status mereka yang dipandang masih kontrak.

Beda dengan zaman silam yang katanya bobrok, malah lebih menghargai jasa dan pengabdian mereka. Tentunya ada sejumlah harapan baru kedepan agar jasa pahlawan bangsa bagi pendidikan generasi muda ini lebih diakui negara bukan sekadar kata-kata dan janji politik namun pada implementasi kehidupan.

Mengenai hal ini, perwakilan guru bantu dari berbagai Kabupaten/Kota se-Riau datang bersilaturahmi ke kediaman Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman di Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru pada Senin lalu (6/6/17). 

Mereka sengaja datang ke Gubernur Riau dengan membawa berbagai aspirasi dan segudang harapan. Mulai dari soal gaji yang kerapkali tak jelas, hingga status yang mungkin saja suatu hari nanti bisa diangkat menjadi ASN. Sebagaimana diketahui, jumlah guru bantu se-Provinsi Riau sekitar 3 ribu orang.

Mendengar keluh kesah dan curhat para pahlawan tanpa tanda jasa bagi negara itu, Gubri Andi mendengar sepenuh hati. Termasuk menghimbau Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum mengajukan anggaran untuk pembayaran gaji guru bantu untuk pendidikan dasar (TK, SD dan SMP). 

Sejauh ini, memang masih ada beberapa Kabupaten yang belum mengajukan anggaran untuk pembayaran gaji guru bantu tingkat dasar, yakni Kuansing, Siak dan Rokan Hilir. 

"Anggarannya sudah siap di Propinsi. Tapi tentu harus ada pengajuan dari Kabupaten. Kabupaten yang sudah mengajukan, ya kita bayar," sebut Andi Rachman. 

Gubri meyakinkan para guru bantu bahwa Pemprov Riau bekerja sesuai aturan yang berlaku tanpa mendiskreditkan satu pihakpun. 

"Selama sesuai aturan, kita laksanakan dan kita bekerja secara maksimal," ucapnya. Pada kesempatan itu, Gubernur melakukan acara buka puasa bersama dengan guru bantu.

Ketua Forum Guru Bantu Kabupaten Inhil, Romi Noverlis mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan Pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Riau. Hanya saja, ia menekankan kejelasan guru bantu dalam hal pembiayaan gaji guru bantu tahun mendatang. Apalagi selama ini, terkesan guru bantu seakan menjadi anak tiri dalam dunia pendidikan dimana persoalan status yang masih kontrak, hak mereka pun selalu telat. (Aris/Tamba)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »