Menuju Pekanbaru Smart City Madani, DPMTSP Ingin Tarik Minat Investor Dengan Pelayanan Prima

Posted by On Wednesday, June 14, 2017

Ada sekitar 30 izin yang dilimpahkan oleh Walikota Pekanbaru kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Salah satunya Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK), yang mana izin tersebut biasanya di Dinas PU dan Cipta Karya. "Sekarang sudah dilimpahkan di DPMPTSP kota Pekanbaru," kata  Muhammad Jamil.

Pihaknya mengaku sudah berkordinasi dengan Dinas terkait. "InsyaAllah minggu depan, izin tersebut sudah bisa diproses disini, sambil menunggu persyaratan yang harus dilengkapi serta masuknya ke sistem DPMPTSP," ujarnya lagi.

Memang nantinya semua izin melalui satu sistem yang ada di DPMTSP untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus izin. 

Ada lagi beberapa izin yang dilimpahkan, namun pihaknya belum melakukan kordinasi dengan dinas terkait. "Apabila sudah ada kordinasi, Insya Allah akan kami sampaikan kepada masyarakat tentang izin apa saja yang bisa diurus di DPMPTSP Pekanbaru," beber Jamil.

Pihaknya juga sudah memperbaharui SOP yang lama. Biasanya izin itu selesai 5 hari, namun dipangkas menjadi 3 hari. "Yang 10 hari kita jadikan 5 hari. Semua sudah kita pangkas sesuai kemampuan dan percepatan tim yang ada disini," katanya.

Intinya semua pelayanan di DPMPTSP Pekanbaru untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Pekanbaru. 

Program DPMPTSP ini sudah bersinergi dengan program Walikota Pekanbaru. "Mau tidak mau program Smart City madani ini sudah kita laksanakan di sini. Karena sistem kita sudah memakai sistem elektronik secara online," ungkapnya.

Saat ini, peran dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pekanbaru adalah menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kota Metropolitan yang madani menjadi sangat penting. Karena Kota Pekanbaru merupakan Kota tujuan investasi terbaik se-Indonesia.

Dalam sebuah ungkapan “Dimana ada gula disitu pasti ada semut”, artinya DPMPTSP ‎akan membuat Kota Pekanbaru manis layaknya gula yang selalu dicari para investor untuk mengembangkan usaha-usaha mereka di kota ini.

Oleh sebab itu,  berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelaku usaha yang hendak menanamkan modalnya di Kota Pekanbaru.

"Dengan adanya persamaan persepsi antara dunia usaha dengan kami (DPM PTSP), tentu seluruh urusan administrasi perizinan akan lebih mudah dan cepat untuk diproses,” ungkap  Muhammad Jamil yang ganteng ini.

Ditambahkan Jamil, dalam hal pelayanan, DPM-PTSP Pekanbaru hingga saat ini terus berinovasi, dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi sebagai wadah dalam peningkatan pelayanan publik, khususnya pelayanan perizinan  dan non perizinan yakni melalui penerapan Aplikasi SIMPEL Mobile.

Aplikasi SIMPEL Mobile tersebut merupakan inovasi terbaru dari DPMPTSP kota Pekanbaru dimana manfaatnya adalah memudahkan masyarakat mengurus perizinan dan non perizinan dengan menyelarasakn amanat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Disamping itu, DPMPTSP memberikan layanan kelas VIP kepada seluruh investor baik itu lokal maupun luar daerah Pekanbaru. Pasalnya, seluruh pengusaha rata-rata sudah mengunakan handphone android untuk mengakses proses  perizinan yang mereka berikan. Jadi, para investor cukup mendownload aplikasi SIMPEL Mobile DPM-PTSP dan mereka bisa mengetahui langsung tentang izin usaha yang mereka miliki.

“Dengan begitu, pengusaha tidak perlu antri dan repot-repot lagi datang ke kantor kami. Cukup lewat HP saja, bisa mengetahui sampai dimana proses perizinan yang mereka urus. Jika sudah siap mereka tinggal ambil,” papar Jamil.

Selain itu, DPM-PTSP berencana mengembangkan tanda tangan elektronik yang tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada seluruh investor dan percepatan proses perizinan. “Jadi, jika Kepala DPM-PTSP sedang pergi dinas luar kota, anda tidak perlu risau. Karena setiap berkas yang masuk akan langsung ditanda tangani melalui aplikasi tandatangan elektronik, mudah bukan,” ungkap Jamil.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi secara Nasional Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan pertama (periode Januari-Maret) tahun 2017 yang menembus angka sebesar Rp.165,8 triliun, meningkat 13,2 % dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp146,5 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 194 ribu tenaga kerja.

Kemudian, secara lokal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru mencatat sudah lebih dari Rp.3,5 Triliun investasi yang masuk ke Kota Pekanbaru dalam kurun waktu hingga Mei lalu.

"Januari sampai Maret atau triwulan I tahun 2017 ada Rp.395 miliar investasi yang masuk ke Pekanbaru. Sekarang ada lagi tambahan investasi dari PT. Medco Ratch Power Riau yang akan membangun pembangkit listrik tenaga gas dengan nilai investasi Rp.3,5 triliun,” ujar Muhammad Jamil lagi. 

Investasi yang dibawa oleh PT. Medco Ratch Power Riau, izin prinsipnya sudah diterbitkan dipusat oleh BPKM RI pada bulan Maret 2017. " Kita sudah dapat rilisnya. Investasi tersebut bekerjasama dengan perusahaan asing dengan lokasi di Tenayan Raya. Artinya PMA (Penanaman Modal Asing) kita ada Rp3,5 triliun," katanya.

Dikatakannya lagi,  target realisasi investasi Pekanbaru tahun 2017 ini yakni Rp1,2 triliun lebih. " Investasi yang masuk cukup banyak terutama sektor jasa dan industri. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Pekanbaru cukup tinggi, dan kami semakin optimis bahwa target realisasi tahun 2017 yang sebesar Rp1,2 triliun lebih akan dapat tercapai ", tutup M. Jamil.‎  (Fadil/adv)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »