Komisi II DPRD Inhil Evaluasi Penggunaan Alat Berat Pembangunan Tanggul

Posted by On Thursday, June 01, 2017


Tembilahan, (puterariau.com)

Komisi II DPRD Indragiri Hilir akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan sejumlah alat berat di Negeri Seribu Parit. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II Junaidi, Senin (29/5/2017) di Tembilahan.

Menurutnya pengelolaan alat berat tersebut baik yang berasal dari bantuan Pemprov Riau maupun Pemkab Inhil harus mengerti dan memahami kemampuan alat yang akan digunakan. 

"Kami akan lakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana alat-alat itu bisa dimaksimalkan penggunaannya dalam pembangunan tanggul," urai Junaidi.

Ini dimaksudkan agar tercapai pembangunan tanggul sesuai target, dalam upaya penyelamatan kebun kelapa rakyat di Inhil. "Camat harus mengerti kemampuan alat itu, terutama masa kerjanya setiap hari. Mesti tahu jangan dikira-kira. Kalau dipergunakan 15 KM setahun, tentu akan menjadi sia-sia saja," ujarnya.

Karena itu, menurut Junaidi, para pengelola alat berat harus mengerti betul kemampuan alat yang digunakan, agar upaya penyelamatan kebun kelapa bisa cepat terealisasi. "Dalam satu bulan, kemampuan alat itu seharunya bisa bekerja mengeruk sampai 4 KM. Jadi dengan begitu, dalam satu tahun diharapkan bisa 40 KM tanggul yang bisa dikeruk untuk satu alat. Kalau sekarang ada 18 alat, tentu tinggal dikalikan saja," tambahnya.

Junaidi juga meminta para pengelola membuat target baik perbulan maupun pertahun. "Para pengelola harus punya target seperti itu. Jadi ke depan, nilai harga yang cukup murah seperti ini bisa mengejar jarak pengerukan dan mampu menyelamatkan kebun rakyat yang cukup luas di inhil. Inilah solusinya," tukasnya.

Diketahui, Indragiri Hilir saat ini telah memiliki 18 alat yang dan sekarang berada di sejumlah kecamatan di Inhil. Alat berat tersebut digunakan untuk pengerukan tanggul guna menghindari abrasi pantai dan menyelematkan kebun kelapa rakyat. Sebab, program Pemkab Inhil adalah menyelamatkan kebun kelapa masyarakat yang jumlahnya terus berkurang akibat abrasi pantai. (beni/adv)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »