Kebijakan 'Ngawur' Kadis Bayangan Berpotensi Blunder Bagi Walikota Pekanbaru

Posted by On Thursday, June 29, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com)

Masih ingat pepatah 'akibat nila setitik, rusak susu sebelanga' ? Tentu kita semua sangat paham akan maknanya. Namun bagaimana kalau gara-gara racun segelas hilang nyawa sekeluarga ? Tentu lebih dalam lagi penafsirannya. Nah, dalam politik pemerintahan saat ini, pepatah itu sangat berlaku. Apalagi jika ada oknum yang disebut-sebut 'racun' itu tidak segera dihilangkan dari tatanan kabinet pemimpin berkuasa, alamat mati mendadak jika racun itu terkomtaminasi oleh seluruh jajaran lainnya, hehehe...

Nah, ini bahkan terjadi di Ibukota Propinsi Riau yakni lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Tepatnya pada Dinas Kominfo Kota Pekanbaru dimana ada Kepala Dinas bayangan di Kominfo yang berani ambil kebijakan nyeleneh. Aksi solorun sang Kadis bisa-bisa berakibat blunder pada Walikota Pekanbaru, DR.H Firdaus ST MT.

Firmansyah Eka Putra, Plt Kadis Kominfo Pekanbaru memang kerapkali membuat publik Pekanbaru kecewa. Selain gaya pejabatnya yang kental, ia pun selalu melakukan kebijakan yang dianggap merugikan, terutama sekali insan pers. Surat Kabar keras sekaliber Tirai Investigatif pun berani ia 'kerjai' apalagi media yang dianggapnya lemah. Makanya, genderang perang dari Tirai Investigatif bermula dari ulah Eka yang bermain-main dalam tugas.

Saat dikonfirmasi Pimpinan Tirai Investigatif beberapa waktu lalu ia seakan berkata normatif saja. Alias berbeda ucapan dengan kenyataan sang Plt Kadis. Disini insan pers bisa menangkap bahwa ia salah seorang pejabat yang suka umbar kalimat tanpa pernah melihat kebenaran dan kenyataan lapangan. Namun kemurkaan Pimpinan Tirai dapat diredam oleh kelompok ring satu Walikota Pekanbaru, sebab jika tidak alamat pecahlah kapal.

Eka Buat Aset Pemprov Direnovasi Pemko

Adalagi yang harus ditegaskan seputar renovasi bangunan milik Pemerintah Propinsi Riau yang direnovasi menggunakan anggaran Pemko Pekanbaru. "Ini terjadi pada kantor Kominfo Pekanbaru, masak punya Pemprop diakal-akali pakai dana Pemko," ujar sumber internal Putera Riau dari kalangan Pemko Pekanbaru sendiri. Artinya memang, kebijakan Eka ini sudah berbenturan dengan sejumlah pegawai yang ada sebelumnya. Hanya saja merasa bertaji dan anak kesayangan Walikota Pekanbaru, Eka pun tancap gas tanpa melihat spion kiri dan kanan. Memang info itu masih bersifat info lapangan, namun apa salahnya jika bertanya langsung pada yang bersangkutan termasuk Plt Kadiskominfo Pekanbaru.

Apalagi pernyataan Plt Kadis Kominfo, Firmansyah Eka Putra terkait gaung mewujudkan Pekanbaru Smart City dengan melakukan renovasi bangunan dan membangun Command Center di Kantor Diskominfo Jalan Pepaya. Sebagaimana diketahui, Command Center yang dimaksud merupakan implementasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang digunakan dalam mendukung kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru. "Untuk memberikan pelayanan yang cepat dan akurat maka kita bangun Command Center ini," katanya beberapa waktu lalu. 

Hanya saja sejumlah kalangan melihat bahwa apa yang digembor-gemborkan Eka itu tak berjalan alias terbengkalai. "Dananya itu banyak, kemungkinan miliaran lho," kata rekan pers yang ada di Pemko membeberkan. Namun, Firmansyah Eka Putra yang dihubungi Pimpinan Redaksi Putera Riau pada Kamis Siang (29/06/17) membantah bahwa Command center itu terbengkalai. "Hanya saja belum dilaksanakan," katanya menepis isu lapangan yang beredar. 

Ketika hendak ditanya perihal kasus-kasus yang diberitahu oleh rekan-rekan pers lainnya, Eka seakan 'mati ketakutan' dengan alasan lebaran. Tanpa permisi langsung mematikan sambungan telepon, ibarat orang tak beretika dan makan bangku sekolahan. Kalau ada lagi pejabat seperti Eka di Riau ini, alamat hancurlah pelayanan masyarakat. "Memang meleset pejabat satu tu," celetuk rekan wartawan ketika disampaikan etika konfirmasi Plt Kadis Kominfo Pekanbaru.

Plt Kadis Kominfo Bahayakan Posisi Walikota Pekanbaru

Sementara itu sebagai seorang pejabat publik, segala tingkah laku dan pongahnya tentu diawasi oleh segenap masyarakat yang ada termasuk insan pers. Lalu apa yang menyebabkan tingkahnya begitu pongah selama ini ? Dari sumber intelijen lapangan Putera Riau diperoleh info bahwa Firmansyah Eka Putra ini masih merupakan keluarga Sekdako Mhd Noer. "Wajar dia agak nyombong dan arogan, ada backingnya," ujar wartawan Tirai yang berargumen. 

Seharusnya sebagai pejabat publik, Eka itu harus menjaga nama besar Sekdako Mhd Noer yang sangat agamis, sopan dan beretika, namun berbeda dengan apa yang seharusnya dilakukan. Mungkin kalau boleh jujur, ada pendataan dari BPS dadakan mengenai survei suka atau tidak suka, tentu Plt Kadis Kominfo ini yang paling banyak panen 'Dislike'. Selama ini, pejabat di lingkungan Pemko itu segan atau takut saja untuk mengungkapnya, sehingga berbagai aksi ia dibiarkan saja tanpa ada rambu-rambu.

Pernah juga ia membuat plang nama sebagai Kadis Kominfo padahal ia masih berstatus Plt Kadis. Artinya tingkat 'pede'nya menjadi Kadis teramat tinggi sehingga berani membuat kebijakan yang bisa membahayakan Walikota Pekanbaru. Apalagi, sebagai juru bicara Pemko atau garda terdepan Walikota Pekanbaru, sosok Firmansyah Eka Putra sangat berbahaya bagi Pemko kedepannya.

Mengenai hal ini, Sekjen Aliansi Pedagang Pekanbaru (APP) sekaligus anggota Tim Pemantau Kinerja SKPD Kota Pekanbaru, Fadila Saputra mengatakan bahwa info negatif yang diumbar sejumlah kalangan mengenai Plt Kadis Kominfo Pekanbaru ini telah masuk dalam catatan Tim Pemantau SKPD. "Kita akan kordinasi dengan Ketua Tim untuk disampaikan pada Bapak Walikota untuk dievaluasi, sebab kita ingin Satker yang ada bekerja profesional, amanah dan santun. Selanjutnya agar visi misi Walikota Pekanbaru dapat terwujud tanpa ada halang rintang," sebut Fadil.

Kemarin pernah Plt Kadis Kominfo Pekanbaru bermasalah dengan insan pers di Propinsi Riau akibat kebijakan yang nyeleneh dan asalan dari yang bersangkutan. "Kita berusaha mendamaikan, bahkan menyelamatkan Walikota Pekanbaru. Itu kerja tim bukan perseorangan, sementara Plt Kadis beranggapan kerja di Pemerintahan ini sebagai kesuksesan perseorangan," katanya.

Kalau dibiarkan berlarut-larut, pihaknya meyakini akan menjadi bumerang bagi Walikota Pekanbaru. Tentunya Walikota telah memiliki 'bisikan' dari seluruh intelijen ring satunya terkait permasalahan yang terjadi di tubuh Diskominfo Kota Pekanbaru. "Kalau tak sekarang dievaluasi, kapan lagi ?" celetuk salah seorang wartawan mingguan di Pemko Pekanbaru menimpali. (beni/eka/aris/tamba)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »