Isu Oknum Guru PNS SMPN 1 Afulu Bermain Dengan Bunga Makin Hangat, Pihak Sekolah Membiarkan

Posted by On Thursday, June 01, 2017

(Oknum guru YZ, ketika di shoot paparazzi dari jauh)

Nias Utara, (puterariau.com)

Akhir-akhir ini, masyarakat Kecamatan Afulu heboh dengan berita oknum guru bersama Bunga. Yakni pada saat pelaksanaan resepsi perpisahan kelas 3 SMPN 1  Afulu, Kabupaten Nias Utara, Propinsi Sumatera Utara. Dimana pada saat itu, seorang oknum guru PNS berinisial YZ mengajak seorang siswanya bernama Bunga (samaran) ke dalam salah satu ruangan pustaka yang pada saat itu sedang berlangsungnya resepsi perpisahan, Sabtu (20/05/2017).

Di tengah berlangsungnya acara resepsi perpisahan di halaman sekolah, salah seorang oknum guru YZ sedang asyik berduaan dengan siswa berinisial Bunga di ruangan perpustakaan  dengan kondisi pintu dan jendela dalam keadaan tertutup. Begitu teman-teman si Bunga mengetahui bahwa Bunga ada di dalam ruangan perpustakaan sedang asyiknya bersama sang guru, dengan tanpa menyadari ada beberapa mata yang melihat kondisi tersebut.

Beberapa siswa membisikkan kepada beberapa guru lain akan situasi yang dialami bunga di dalam perpustakaan yang nampak tertutup rapat pintu dan jendelanya.

Ketika beberapa guru mendengar dan melihat kebenaran informasi, siswa melihat melalui kaca jendela dan guru lainnya medobrak pintu dan mereka pun terkejut sembari mengatakan 'woooowwww'.

Dengan beredarnya berita antara oknum guru YZ dan bunga, maka sekolah mengadakan perdamaian antara pihak oknum guru YZ dengan keluarga pihak korban (bunga) bersama komite pada malam (30/05/2017) berlangsung elok dan mengambil suatu kesimpulan ataupun kesepakatan bersama pada saat itu hanya berupa kesalahpahaman sesuai dengan surat perdamaian antara pihak YZ dengan orang tua bunga.

Ketua LSM Fortaran, Febeanus Zalukhu ketika dikonfirmasi tentang terkait surat perdamaian tersebut dimana isinya tidak dicantumkan di dalam surat perdamaian apa yang sudah terjadi. "Tidak mungkin ada perdamaian kalau tidak ada masalah," katanya.

Menurut Fabeanus lagi, yang namanya di dalam ruangan tertutup, pasti ada sesuatu hal yang bisa dan akan terjadi berupa pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan. Namun dalam surat perdamaian, pihak sekolah dianggap sengaja menutupi kesalahan YZ yang sudah berkembang di tengah masyarakat yang sengaja mengelabui pihak korban orang tua si bunga.

Pada saat pertemuan itu, Fabeanus Zalukhu mendapatkan informasi kepada peserta rapat bahwa perdamaian yang dilakukan itu ada sesuatu yang disepakati kedua belah pihak adalah YZ dihukum sebesar 2,5 jt. Seandainya informasi itu tidak benar kenapa pihak sekolah menghukum oknum YZ tersebut. (Pr/alv/mf)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »