FORMAPPI Riau : 'Cahaya Harapan Masyarakat Inhil Itu Ada Pada Abdul Wahid'

Posted by On Friday, June 02, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com) ----------
Pemilihan Kepala Daerah serentak sudah dua kali dilakukan, yakni pada tahun 2015 dan tahun 2017. Hajatan yang sama juga akan dilakukan pada tahun 2018 mendatang. Disela-sela kegiatan Forum Kamisan FORMAPPI Riau, yaitu acara rutin para peneliti FORMAPPI wilayah Riau.

Dalam kesempatan itu, (01 Juni 2017) bertempat di Aula Gedung PGRI Riau, Larshen Yunus, selaku Direktur eksekutif mengatakan bahwa selain kontestasi Pilgubri yang akan datang, Pilbup Inhil juga menjadi daya tarik dalam forum diskusi tersebut.

Selain karena Inhil adalah daerah yang memiliki geografis yang sangat luas, juga daerah tersebut merupakan potensi bagi pembangunan Riau dalam aspek kekayaan alamnya, yaitu salah satunya adalah kelapa.

Hajatan Pilkada tahun 2018 yang akan datang juga menjadi tolok ukur dan bekal bagi seluruh Partai Politik dalam menghadapi Pesta Demokrasi di tahun 2019. Apalagi sejauh ini para penyelenggara Pilkada, seperti KPU dan Bawaslu dinilai sudah maksimal dalam menjalankan tupoksinya masing-masing.

Meskipun ada juga di beberapa daerah ditemukan mengalami masalah teknis terkait penyelenggaraan. Untuk itu, kedepannya bagi KPU maupun Bawaslu, harus lebih intensif lagi dalam melakukan kegiatan sosialisasi serta penyuluhan bagi masyarakat terkait teknis penyelenggaraan tersebut.

Khususnya bagi KPUD dan Panwaslu Kabupaten Indragiri Hilir yang seharusnya mulai saat ini sudah mempersiapkan diri guna menyongsong Pilkada tahun depan. Karena sebagaimana yang kita ketahui, Inhil itu adalah daerah yang sangat luas, terdiri dari beberapa Pulau-Pulau kecil. "Bahkan akses transportasi pun cukup sulit untuk menuju Pulau-Pulau keci itu," sebut Larshen Yunus selaku Direktur eksekutif FORMAPPI Riau.

Pada kesempatan itu, para peneliti FORMAPPI Riau lebih fokus pada keinginan Abdul Wahid yang berencana maju pada Pilkada Inhil tersebut. Hal itu juga menjadi alasan bagi FORMAPPI untuk membahas tentang hal ini, karena Wahid sendiri adalah anggota Parlemen 2 periode di DPRD Propinsi Riau.

Sebenarnya wacana yang selama ini sudah terdengar, tidak begitu direspons oleh khalayak umum, sebab Inhil sendiri masih dipimpin oleh Kepala daerah petahana, yang sudah pasti mencalonkan kembali pada periode kedua.

"Dalam hasil kajian FORMAPPI Riau yang direduksi oleh Jurnal Nasional LIPI, bahwa sampai saat ini peluang calon petahana masih lebih unggul dari pada calon lainnya," ujar peneliti FORMAPPI Riau tersebut. Meskipun demikian, peluang Abdul Wahid juga sangat besar, karena bila merujuk hasil Pemilu tahun 2014 lalu, Wahid memperoleh hampir 30 ribu lebih suara. Itu berarti peluangnya sangat besar.
(Abdul Wahid)

Apalagi selama ini Inhil juga didominasi oleh Partai yang dipimpin Wahid, yang diukur dari komposisi dari anggota DPRD Inhil, yaitu Ketua DPRD-nya dari Partai Abdul Wahid, yakni PKB. Optimistis dari FORMAPPI Riau juga terlihat dari beberapa sumber data yang menunjukkan bahwa selama Abdul Wahid menjadi anggota DPRD Riau, indikator peran yang dilakukannya sudah maksimal.

"Melihat peran yang maksimal itu, sayang jika sosok seperti Abdul Wahid tidak didukung dalam Pilkada Inhil kedepan. Sosoknya sudah mumpuni untuk menjadi Bupati Inhil, agar peran dan kinerjanya lebih terlihat lagi, Ujar Larshen Yunus yang juga merupakan Ketua Presidium Pusat Gamari itu.
(Dani Nursalam, Ketua DPRD Inhil)

Pada kesempatan itu, para peneliti FORMAPPI Riau menghimbau, meskipun pihaknya sudah terang-terangan memberitahu posisi politik, khususnya pada Pilkada Inhil, tetapi kedaulatan tetap pada posisi lembaga swadaya masyarakat yang tidak terintimidasi oleh kepentingan apapun.

"Apapun pilihan, meskipun berbeda-beda, namun harus tetap ditanamkan rasa persaudaraan antar sesama anak bangsa, siapapun yang dipilih dan terpilih, haruslah mengutamakan kepentingan masyarakatnya," ujarnya. (beni/eka/pr)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »