" Cerpen" : Kreasi Baru Dengan Ilmu Fisika

Posted by On Thursday, June 01, 2017


Kreasi Baru Dengan Ilmu Fisika

Vira adalah wanita yang lugu, polos, dan sering di remehkan oleh teman-temannya karena ia dapat dikatakan orang yang lambat kalau mikir. Ia bersekolah di SMA Negeri 15 Medan dan sekarang duduk di kelas X-4. Saat pertama ia masuk ke sekolah itu ia takut bahwa dia tak akan pernahmempunyai teman, karena dari waktu SMP pun ia hanya memiliki seorang sahabat yang selalu menemaninya.

Saat dikelas tibalah saatnya setiap murid disuruh maju kedepan untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing. Dan teman sekelas Vira pun bergantian maju kedepan, dan tibalah giliran Vira untuk berbicara di depan kelas. “Pe….per…ke…ke…nalkan nama saya Vira” kata Vira dengan nada yang tersendat-sendat akibat gerogi. Dan semua teman kelas Vira tertawa karena melihat cara berbicara Vira. Seorang lelaki di kelas itu mencela secara tidak langsung “huuu…ngomong aja belum tamat”.

Bel istirahat pun berbunyi hingga semua teman sekelas Vira berpergian untuk ke kantin kecuali Vira.ia masih tetap duduk di bangku nya untuk menanti bel masuk tiba. Tiba-tiba seorang wanita masuk kedalam kelas dan Vira sungguh terkejut dan langsung berteriak “Olinnnnn….”. “apaan sih Vir, bising tau gak” kata Olin membalas. “Lin, kamu ngapai disini? Sekolah disini?” Tanya Vira polos. “nggak Vir, aku main main aja kesini mau liat cowok ganteng” balas Olin dengan nada serius. “seriusan? Masa mau liat cowok ganteng di sekolahan sih?” Tanya vira dengan polosnya. “hahahaa… Vir vir dari dulu tetap aja ga berubah ya lemottt” ejek Olin.

Tiba-tiba seorang cowok mengampiri mereka ke dalam kelas dan ternyata ia tak sengaja mendengar perbincangan antara Olin dan Vira. “wkwkwk jadi dari dulu lo itu lemot ya, pantesan aja gagap” cibir cowok itu dan sebut saja namanya Ray. “apaan sih, aku gak gagap kok cuma gerogi aja tadi” Vira berusaha membela diri. “sama aja lo tu lemot tau gak” ejek Ray sambil meninggalkan kelas. Muka Vira menjadi kesal dan ada Olin yang berusaha menenangkan Vira.

Saat bel masuk berbunyi semua murid X-4 masuk kedalam kelas dan saatnya untuk belajar fisika. Dan seorang guru masuk kedalam kelas hingga membuat semua murid terdiam. “baiklah anak-anak sebelum kita memulai pelajaran ini, ibu sedikit punya info buat kalian mengenai akan ada kompetisi robotic se-SMA kota Medan, jadi setiap sekolah mengutus satu orang untuk mengikuti kompetisi tersebut” kata bu Mela. “Kapan bu seleksi nya dimulai?” Tanya Ray. “Seleksi akan di adakan pada 2 minggu kedepan” jawab bu Mela. Tiba-tiba Vira mengangkat tangan dan bertanya,”lalu bu bagaimana tahapan seleksinya?”. Ray pun berkomentar:”eh lemot gausah nanya deh, lo juga ga bakalan bias ikut, kan elo lemot”. “kamu kenapa sih dari tadi ngomentarin aku terus?” Tanya Vira. “sudah sudah, semua siswa boleh mengikuti seleksinya dengan syarat nanti kalian mengisi formulir dan 2 minggu kedepan menunjukkan hasil robotic yang kalian buat, paham?” Tanya bu Mela. Semua murid menjawab : “paham bu”.

Bel pulang sekolah berbunyi, Vira dan Olin pun berbicara sambil berjalan. “lin, kamu ikut kompetisi robotic itu?” Tanya Vira. Olin menjawab : “malas ah, buatinnya tuh ribet apalagi kan prosesnya tuh butuh ilmu fisika, kamu tahu kan aku paling ga suka sama fisika? Gimana aku bisa nyiptainnya?”. “sebenernya sih aku juga ga suka sama fisika tapi aku tertarik buat ikut karena aku pengen tau gimana sih robot itu kenapa bisa bergerak” balas Vira. Tak diduga ternyata Ray dating dan langsung berbicara : ”udah deh mending elo gausa ikut kompetisi itu daripada entar elo malu sendiri. Karena gue yang bakalan menangin kompetisi itu”.

Beberapa hari kemudian Vira dan Olin bekerja sama untuk memulai menciptakan robot itu, mereka berusaha memahami ilmu fisika yang diterapkan dalam prosesnya, bagaimana cara menghubungkan bahan yang satu dengan lainnya, bagaimana membuat aliran listriknya agar robot tersebut bisa bergerak. Disisi lain, Ray juga berusaha menciptakan robot agar ia bisa menang dan jadi perwakilan dari sekolah.

Saat penyeleksian dimulai dan akhirnya ada 2 finalis yang terpilih karena hasil mereka sangat bagus. “mending elo mundur aja deh, biarin gue aja yang maju buat ikut kompetisi itu” pinta Ray. Vira menjawab : “aku gak akan pernah mundur, karena aku udah punya persiapan yang baik untuk nyiptain robot yang lebih bagus dari kamu”. Vira dengan semangat untuk membuat kreasi robot yang baru yakni robot yang bergerak dengan menggunakan baterai yang bisa di charger, robot itu bisa berbicara dan robot itu bergerak layaknya manusia. Setelah Vira selesai menciptakan robot itu maka ia pun pergi ke kantor bu Mela untuk memperlihatkan robot hasil ciptaannya. Dan bu Mela bertanya :”kok hanya kamu sendiri? Ray mana?”. “Saya gak tahu bu, soalnya tadi dia juga tidak masuk” jawab Vira. “baiklah, melihat hasil kamu ibu merasa kamu sangat pantas untuk menjadi perwakilan dari sekolah kita untuk mengikuti kompetisi robotic itu” kata bu Mela. “serius bu? Ini gak mimpi kan?” Tanya Vira.

Vira dengan sangat gembira karena dialah yang akan mewakili sekolahnya untuk mengikuti kompetisi robotic itu. “olinnn….. aku terpilih mewakili sekolah kita” teriak Vira. “ah yang bener vir? Terus Ray gimana?” Tanya Olin. Vira menjawab:”aku juga gak tahu, seharian ini dia gak kelihatan”. Tiba-tiba mereka melihat Ray dan berteriak serentak “Rayyyyy”. “eh Vir, Lin, selamat ya Vir lo menangin seleksi itu, gue salut sama lo, maaf kalo gue sering ngejekin elo karen gue piker elo tuh ga bisa apa-apa, karena gue mikir lo ga bakal bisa buat robot kan proses nya butuh ilmu fisika dan setahu gue masih cuma gue yang bisa fisika di kelas kita” kata Ray.”gapapa kok Ray, karena ejekan kamu aku jadi termotivasi” jawab Vira. “kamu kenapa gak masuk tadi dan gak ngumpulin robot ciptaan kamu? Tambah Vira. “iya karna mulai hari ini aku udah pindah sekolah ke luar negeri, jadi aku mundur dari seleksi itu, kamu harus menangin kompetisi itu dan buktiin sekolah kita pasti bisa” kata Ray. “iya makasih ya Ray, aku akan belajar ilmu fisika yang lebih banyak lagi supaya bisa nyiptain kreasi yang baru dan aku ingin jadi ilmuwan fisika” jawab Vira.



Nama : Arisa Trinovira Barus
Fakultas : Perikanan -UNRI

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »