Dampak Zaman Susah, Acara Berbuka Puasa Di Kantor Camat Kateman Harus Diam-Diam

Posted by On Thursday, June 22, 2017


Sungai Guntung, (puterariau.com) -----

Ternyata zaman Jokowi ini memang tragis. Seluruh sendi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara dibuat meleset. Anggaran yang dirasionalisasi berdampak pada masyarakat luas, bukan hanya pada Pemerintah semata. Inilah salah satu yang menjadi keluhan masyarakat akhir-akhir ini dimana zaman makin kedepan semakin susah.

Misalnya saja pada konteks buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kecamatan Kateman yang dikabarkan tak memiliki anggaran. Kasihannya, acara berbuka puasa bersama yang ditaja berlangsung sembunyi-sembunyi alias untuk kalangan internal. Demikian susahnya zaman Pemerintahan kali ini sehingga untuk melaksanakan acara pun sudah keteteran.

Camat Kateman, Kamren SSos yang dihubungi Putera Riau membenarkan susahnya anggaran tahun ini. Mengenai acara berbuka puasa bersama di kantor Camat Kateman, terpaksa hanya untuk kalangan internal kantor Camat saja. "Tak ada anggaran, terpaksa kita adakan untuk internal saja," sebut Kamren.


Dari kisi-kisi yang diterima Putera Riau, bahwa menu untuk berbuka puasa pun, kabarnya bawa masing-masing dari rumah, meleset ! Namun itu masih sebatas info dari lingkungan sekitar Kantor Camat. Itulah fakta zaman Jokowi kali ini yang disebut masyarakat menang di pencitraan, nihil di fakta.

Walaupun disebut ekonomi Indonesia sedang tumbuh, namun rakyat sedang mengalami keguncangan mental akibat kesusahan hidup. "Jangankan rakyat, Pak Camat pun kadada beduit," celetuk warga Sungai Guntung menimpali.

Memang, Camat Kateman pernah mengakui bahwa susahnya anggaran tahun ini. "Bulu ketiak saja belum tumbuh, makanya apa yang harus diperbuat," timpal Camat baru-baru ini mengenai apakah ada anggaran untuk masyarakat setempat.

Namun mengenai masa sebelumnya, ia menyebut bahwa untuk safari Ramadhan saja baru berlangsung selama dua tahun ini. Kemudian program tersebut dijadikan sebagai kegiatan rutin sejak Ramadhan kali ini, bebernya.

"Kalau Pak Marlis dulu beda, lagian dia orang kaya, kelasnya beda, ya banyak duit la," ujar Kamren ketika disinggung soal THR buat elemen masyarakat. Persoalannya adalah tahun ini Pemerintah terkesan lebih pahit seputar minimnya anggaran akibat rasionalisasi anggaran pemerintah pusat. (Ridho)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »