Anis Murzil Tikung Amran Tambi Di KONI Pekanbaru, Perseteruan Demokrat VS PAN ?

Posted by On Friday, June 02, 2017

(Anis dan Tambi, siapa yang kuat dan berpengaruh ?)

Pekanbaru, (puterariau.com) ---------

Beberapa waktu belakangan ini kita selalu mendengar dualisme kepemimpinan. Mulai dari adanya Golkar tandingan, PPP tandingan, ormas tandingan, bahkan gubernur tandingan. Redamnya masalah dualisme kepengurusan organisasi tersebut malah mengajari orang daerah untuk membuat hal serupa. Misalnya pada Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru.

Meskipun Wakil Ketua I KONI Propinsi Riau, H.Zulkifli Saleh memastikan bahwa KONI Pekanbaru tetap di bawah kepemimpinan Amran Tambi yang memang tercatat sebagai pengurus yang syah. "Kepengurusan KONI Pekanbaru pimpinan Tambi masih berlaku. Kalaupun nantinya ada dualisme kepengurusan, maka akan dievaluasi dan verifikasi oleh KONI Riau," kata Zulkifli saat membuka RAT KONI Kota Pekanbaru di Hotel Grand Cokro Kamis (01/06).

KONI Riau berusaha menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi KONI Kota Pekanbaru. "Kalau tidak selesai di Propinsi, kami selesaikan di tingkat Pusat," katanya. Zulkifli yang hadir bersama beberapa pengurus KONI Riau seperti M.Yunus, Sudarman Umar, Meidison Dahlan dan Ilyas Labai berharap bahwa KONI Pekanbaru bisa berbenah menuju persiapan Pekan Olahraga Propinsi Riau di Kampar sekitar bulan Oktober 2017 nanti.

Dualisme kepemimpinan KONI Pekanbaru ini disinyalir adanya 'syahwat politik' Anis Murzil yang memang getol ingin merampas jabatan Ketua KONI Pekanbaru sejak beberapa waktu lalu. Informasi ini diterima Putera Riau melalui sejumlah intelijen redaksi di lapangan. Apalagi Amran Tambi yang telah berpindah Partai ke Partai Amanat Nasional. Hal itu membuat peluru Anis Murzil makin mantap untuk membidik Tambi.
(Foto Anis tahun 2012 lalu ketika mau bertinju dengan Ketua APP, Aldi sesaat pelantikan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT periode pertama. Kejadian tepat di depan hidung redaksi Putera Riau, akhirnya damai sementara)

Oleh karena itu, informasi liar menyebutkan Anis Murzil segera melakukan pertemuan rahasia dan memanggil seluruh tim yang bersebahat dengan ia untuk menggelar Musyawarah Olah Olah Raga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) pada Selasa (30/05/17) lalu di Hotel Fave Pekanbaru.

Dipastikan Anis Murzil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Pekanbaru, setelah 24 cabang olah raga yang disertai dengan surat mandat ditandatangani ketua umum masing-masing cabang olahraga yang menjadi ketua KONI Kota Pekanbaru menggelar Musorkotlub dihadiri sejumlah pejabat pengurus Koni Riau dan Dispora Kota Pekanbaru.

Anis Murzil mengklaim bahwa kegiatan ini murni dari keinginan cabor-cabor yang tercatat sebagai anggota KONI Kota Pekanbaru. Dari 33 cabor, 24 cabor ikut serta dalam memberikan hak suaranya dalam Musorkotlub ini. "Ini keinginan cabor, tidak keinginan pribadi maupun kelompok dalam kegiatan Musorkotlub ini," kata Anis yang dikutip Putera Riau dari salah satu media online lokal. Setelah terpilih menjadi Ketua KONI Kota Pekanbaru, Anis Murzil langsung menyatakan mundur dari kepengurusan PSSI Kota Pekanbaru.

Perseteruan Dua Partai ?

Dari penelusuran Putera Riau di lapangan, Anis Murzil merupakan Kader Partai Demokrat dan Amran Tambi merupakan kader Partai Amanat Nasional. Mungkinkah ada persaingan politik atau igek-igekan ? Dimana sebelumnya Tambi ini juga pernah di Partai Demokrat lalu berpindah ke PAN.

Lalu apa bedanya pula dengan Anis Murzil yang memiliki syahwat politik tinggi yang sebelumnya pernah di PKS (Partai Keadilan Sejahtera), lalu karena merasa ada angin meloncat pagar ke Partai Demokrat ? Bisa saja jika ada Partai yang lebih bagus dan menguntungkan, ia terpedaya dengan jabatan di Partai tersebut dan lompat dinding lagi, asumsi berbagai kalangan yang menilai.


Apalagi dalam keterangan Amran Tambi yang dirilis PR sangat mendukung apa yang disampaikan oleh KONI Riau. "Kami memiliki tujuan yang sama dengan apa yang disampaikan oleh Pak Zulkifli. Kami tidak bisa bermain-main. Dalam waktu singkat ini, mari kita satukan langkah untuk kejayaan olahraga Kota Pekanbaru. Perbedaan-perbedaan, dinamika organisasi yang terjadi jangan sampai mempengaruhi persiapan Porprof," katanya. 

Perihal anggaran, ia mengungkapkan bahwa persoalan itu hampir dialami oleh seluruh Kabupaten/Kota. Tidak hanya di Riau, tapi di seluruh Indonesia mengalami problem finansial. Namun ia bersyukur karena perhatian Pemko Pekanbaru yang sangat tinggi terhadap olah raga di Kota Pekanbaru.

Pasca adanya dualisme kepengurusan KONI Pekanbaru ini menuai reaksi keras dari para netizen di media sosial. Banyak komentar miring terkait permasalahan tersebut. Publik menilai bahwa jabatan Ketua dikejar dengan adanya maksud dan tujuan tertentu yang tak jauh dari harta dan tahta. Meskipun kita tidak boleh beranalisis, namun pendapat lapangan warga adalah sebuah masukan untuk memberikan pencerahan.

Akun Zulfikri Dicaprio, Bgeem Domo, Haswir Tandun, M Ali Nurman dan lainnya memberikan komentar yang beragam. Intinya publik merasa heran dengan 'pesona' KONI Pekanbaru yang membuat seseorang kemaruk untuk mengejar jabatan tersebut. Timbul pertanyaan di benak kita, pasti banyak duit pada organisasi itu jika kita sudah menjadi ketua, kalau tak benar berarti betul tu, hehehe... (beni/fd/aris/tamba01)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »