Waspadai 'Flakka' Masuk Riau, Jalur Perairan Cukup Rawan

Posted by On Wednesday, May 31, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com) -------

Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan video-video orang yang menggila dan bergerak tak beraturan seperti Zombie. Ya, dalam info yang disebutkan bahwa reaksi tersebut akibat efek dari narkotika baru bernama 'Flakka'.

Walaupun tidak berada di Indonesia, namun aparat hukum di Indonesia termasuk BNN sudah mengambil langkah antisipasi dan penyelidikan peredaran Flakka, yang dikatakan punya efek tiga kali lipat dibanding barang haram lainnya, semisal Sabu atau Ekstasi.

Sebagaimana diketahui, narkoba ini merupakan bisnis papan atas dengan perputaran uang mencapai triliunan rupiah. Narkoba ini bisa menjerat mulai dari rakyat biasa, 'wakil rakyat', 'wakil tuhan', penegak hukum hingga penguasa negeri. Lingkaran penguasa pun masih bisa terseret lingkaran narkoba ini.

Sedangkan Ekstasi dan Sabu saja saat ini mudah masuk Propinsi Riau, apakah lagi ada narkotika jenis baru yang bisa menggoda pengguna lainnya. Oleh karena itu tak ada yang bisa menampik bahwa Flakka bisa tembus beredar ke Indonesia suatu saat nanti.

Demikian pula di Provinsi Riau. Kondisi geografis yang strategis dan rawan jadi akses masuk narkoba, yang bukan tidak mungkin turut jadi sasaran peredaran Flakka tersebut. BNN pun khabarnya sudah menyebar anggota untuk menyelidiki dan mengantisipasi agar Flakka tidak menyebar luas di pasaran.

"Peredaran Flakka di Riau belum ada, namun kita sudah antisipasi melalui tim Berantas untuk melakukan penyelidikan apabila ada Flakka beredar, supaya ditindaklanjuti dan diproses," tegas Kepala BNN Riau Brigjen M Wahyu Hidayat, Rabu (31/5/2017).

Ia menjelaskan bahwa Flakka termasuk narkotika golongan 1 dan sudah masuk Permenkes. Disebutkan, Flakka memiliki reaksi lebih keras ketimbang Sabu dan Ekstasi.

"Racunnya sangat membahayakan daripada narkotika lainnya," terangnya pada pers.

Flakka memiliki bentuk mirip batu kerikil dan berwana putih. Untuk penggunaannya, disebut-sebut menggunakan rokok elektrik. "Jadi dimasukkan di dalamnya. Begitu kena panas akan langsung mencair," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Riau AKBP Haldun.

AKBP Haldun juga menggambarkan bahwa efek Flakka tiga kali lipat ketimbang dua jenis narkoba tersebut (Ekstasi dan Sabu, red). Flakka bisa membuat penggunanya halusinasi tinggi dan merasa kuat. Ini tentunya sangat berbahaya jika sampai beredar. 

Patut diwaspadai via jalur laut yang mudah dimasuki barang luar. Misalnya saja di Inhil yang memang terkenal rawan masuknya barang haram maupun jenis narkoba. Bisa dibayangkan kalau Flakka sempat masuk ke Riau, akan sangat berbahaya bagi generasi muda kedepannya.

Dalam beberapa waktu lalu saja misalnya, Polres Inhil saja disibukkan dengan penangkapan tersangka narkoba yang lumayan tersebar di setiap Kecamatan. (beni/fadil/ridho)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »