Terkesan Dilupakan Wakilnya, Warga Sungai Guntung Ini Tiap Hari Cuma Makan Nasi Pakai Garam

Posted by On Wednesday, May 03, 2017


 
Sungai Guntung, (puterariau.com)

Miskin, kata yang melekat erat pada kehidupan rakyat sekarang. Tak di kota tak di desa, tetap merasakan kemiskinan akibat kurangnya sentuhan kebijakan Pemerintah. Bukan salah bunda mengandung jika hidup miskin. Tapi ada 'suratan' takdir yang harus dijalani oleh segenap masyarakat terkait perihal kemiskinan ini. Inipula yang menimpa Ijal, warga RT 02 RW 02 Parit Lima Darat Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Riau.
Menurut sumber PR di lapangan, Jamal, warga Parit 5 menyebutkan bahwa nasib Ijal memang sangat tragis. Ia memiliki sepasang anak, cewek dan cowok. Anak yang tertua cewek, jangankan mengenyam pendidikan TK, masuk SD saja tidak bisa karena tak punya biaya. Pekerjaan Ijal sehari-hari adalah menunggu orang memanggil untuk menebas kebun orang. "Itupun kalau ada yang memanggil," kata Jamal.

Paling sering bagi keluarga mereka hanya makan pakai garam saja karena tidak ada uang. Kalau beras ada, mereka memetik kangkung yang menjalar di parit-parit dan direbus. "Alhamdulillah yang penting masih bisa makan walau pakai garam dan kangkung parit," kata Ijal sambil berlinang air mata.

Bayangkan, ketika orang di kota berselfie ria, berjalan-jalan kesana kemari, bisa makan enak, ternyata saudara kita masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bukan salah mereka miskin, tapi selama ini tidak ada pencerahan dan lapangan pekerjaan bagi mereka. Wakil rakyat daerah ini baik yang duduk di Pusat, Propinsi, maupun Kabupaten cuma numpang nama saja. "Mereka bahkan tak mengetahui kondisi warganya, ada pula yang sok-sok nak nyalon Bupati pula tu," sebut sumber PR lainnya. 

Ijal berharap pada Pemerintah, khususnya Bupati HM Wardan untuk memperhatikan kondisi masyarakat miskin yang serba kekurangan. Sebab ia yakin, hanya Bupati Wardan yang peduli dengan masyarakat miskin. Karena selama ini ia sering mendengar Sang Bupati membantu warga yang kurang mampu seperti yang pernah dilakukan di Kilo 8 Kecamatan Kempas beberapa waktu lalu. (Ridho Maghribi)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »