Terdakwa Kasus Korupsi Bansos Heru Wahyudi Dihukum Ringan, Apa Sudah Adil ?

Posted by On Wednesday, May 31, 2017

Pekanbaru, (puterariau.com) - + --- Heru Wahyudi selaku koruptor dana bansos Bengkalis seakan mendapat angin segar, begitu mendengar putusan majelis hakim terhadap dirinya yang lumayan rendah. Tentu ini menjadi 'sinyal' lemahnya penegakan hukum terhadap 'predator' uang rakyat saat ini. Ibarat kata 'maling ayam dihukum berat, maling uang rakyat sekoper bisa dikorting' demikian perumpamaan yang bisa dialamatkan.

Publik menilai apakah hukum sudah adil dengan hukuman ringan terhadap koruptor di negeri ini. Jika tidak ada keadilan dan lemah, tentunya akan muncul koruptor-koruptor baru yang nantinya hukumannya sangat ringan.

Heru Wahyudi, Ketua DPRD Bengkalis yang semula dituntut jaksa dengan hukuman berat mendapat angin segar setelah majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan hukuman ringan.

Dalam amar putusan yang dibacakan pada sidang yang digelar Rabu (31/5/17) diketuai oleh majelis hakim yang Raden Heru Kuntodewo SH menyatakan terdakwa Heru Wahyudi terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, yang mana sangat berseberangan dengan pasal yang dijatuhkan jaksa penuntut.

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan denda Rp.50 juta subsider 2 bulan," jelas Raden Heru yang didampingi hakim anggota Khamozaro Waruwu SH dan Rahkman Silaen.

Majelis hakim mewajibkan terdakwa Heru Wahyudu membayar kerugian negara sebesar Rp.15 juta subsider 6 bulan. 

Atas putusan tersebut, Budhi Fitriadi selaku Jaksa penuntut Kejaksaan Negeri Bengkalis masih menyatakan pikir-pikir untuk menyatakan banding. Kendati putusan vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan yang diajukan. 

Sebelumnya, JPU Budhi menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan denda Rp.500 juta subsider 6 bulan. Terdakwa juga dibebankan membayar kerugian negara sebesar Rp.385 juta subsider 4 tahun 6 bulan.

Perbuatan Heru Wahyudi ini terbukti melanggar Pasal 2 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Berdasarkan dakwaan, perbuatan terdakwa Heru Wahyudi pada korupsi dana hibah Bansos Kabupaten Bengkalis itu terjadi tahun 2012 lalu. Saat terdakwa duduk sebagai anggota DPRD Bengkalis dari PAN. 

Dalam penelusuran sebelumnya ditemukan 2.000 proposal lembaga sosial fiktif yang dilakukan secara berjemaah oleh para wakil rakyar dan Bupati Bengkalis yang dijabat Herliyan Saleh.

Dalam perkara ini, Hakim Tipikor Pekanbaru sudah memvonis lima anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Jamal Abdillah (Ketua DPRD 2009-2014), Purboyo, Rismayeni, Muhammad Tarmizi, dan Hidayat Tagor.

Selasa silam, 11 Oktober 2016, hakim Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru, Marsudin Nainggolan sudah memvonis mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Azrafiani Raof, masing-masing 1 tahun 6 bulan dalam kasus yang sama. (Pr)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »