Tak Takut Siapapun, Pembalakan Liar Kembali Beraksi Di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil

Posted by On Tuesday, May 09, 2017



Bukit Batu, (puterariau.com)

Meskipun Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara sudah meninjau langsung lokasi pembalakan liar di daerah Bukit Batu Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu, itu tak menyurutkan aksi pelaku pembalakan liar untuk terus mencuri kayu di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Pelaku malah menyembunyikan hasil kayu curian di bawah semak-semak sekitar Jalan 7 Siak RT 22 RW 07 Dusun Suka Mulya Desa Bukit Kerikil.

"Tumpukan kayu itu akhirnya ditemukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bukit Kerikil, Bripka CV Oloan RH Manik bersama Bripka Ramli S Panjaitan saat melaksanakan patroli rutin di wilayah rawan Karlahut itu," ujar Sahat Mangapul, Kepala Laboratorium Kedaulatan Pangan Agribisnis Kerakyatan PETANI Propinsi Riau.

Ia membeberkan bahwa pembalakan liar masih tetap ditemukan di Desa Bukit Kerikil Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Ini membuktikan bahwa pelaku ilegal logging selama ini tak pernah takut pada siapapun. Bayangkan dengan himbauan seorang Presiden Jokowi terkait kunjungan kerjanya ke Meranti beberapa waktu lalu tak digubris. Andaikan Kapolri pun datang ke lokasi, paling kegiatan ilegal logging itu berhenti sementara. Buktinya, pada kejadian kali ini, Kapolda Riau pun baru beberapa bulan kesana, toh masih ditemukan pencurian kayu. Kalau diumpamakan ada istilah 'taubat sambalado', berhenti sejenak, setelah itu mulai kembali.

Sebagaimana diketahui, maling-maling kayu di Riau ini takkan pernah takut pada siapapun. Kalau cuma sekelas Kepala Daerah makin sering dikibuli. Buktinya bisa dilihat betapa hancurnya hutan Riau yang dibabat oleh oknum-oknum perusak hutan. Imbasnya berganti pada lahan perkebunan yang makin meluas, hasil perambahan hutan selama ini oleh mereka yang kemaruk dengan pundi-pundi rupiah.

Bisa dilihat saat ini, seandainya banjir besar melanda Pemerintah hanya bisa pasrah dan menyalahkan sistim drainase yang buruk. Parah lagi, pastilah semua pihak menyebutkan bahwa alam yang tak bersahabat. Padahal, kalau alam tak dirusak, hutan dijaga, takkan pernah ada yang namanya banjir. Hal ini yang menjadi kekhawatiran masyarakat selama ini terkait penggundulan hutan dan merusak alam.

Pihak PETANI berharap agar kejadian pencurian kayu di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil ini tak terulang kembali. "Semoga aparat hukum dan Pemerintah jeli untuk menangani masalah ini," harapnya.

Dalam penemuan kayu hasil pembalakan liar itu, diperoleh kayu sebanyak 120 keping. "Kayu itu dibawa ke pos Bhabinkamtibmas guna penyelidikan lebih lanjut," kata Sahat. Kemudian, pihak BKSDA seperti Dwi Trisno, Dewa Made dan Lili Suptiadi datang menyaksikan langsung kayu hasil curian itu ke pos Bhabinkamtibmas Desa Bukit Kerikil. (Ht/bye/pr)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »