Tak Mampu Raih Keuntungan, Bupati Syafrial Akan Tutup PT.TJP

Posted by On Tuesday, May 02, 2017



Kuala Tungkal, (puterariau.com)

Pasca mangkraknya pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Pematang Lumut Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat beberapa waktu lalu, pihak Pemerintah Kabupaten Tanjabar akan segera menagih 20 persen saham yang dikucurkan ke PT.Tanjung Jabung Power (TJP).

Mengenai hal ini, Sekdakab Tanjung Jabung Barat, Ambok Tuo belum bisa mengambil keputusan terkait adanya MoU antara Pemkab Tanjabar, BUMD dan TJP. Pihak yang terkait harus diajak dalam rapat semisal BPKP, Dirut BUMD, Inspektorat, Asisten II dan Kabag di Pemkab Tanjabar. "Kami bahas dan audit dulu, nanti baru tahu keputusannya," ujar Sekda.

Dikatakan, Pemerintah sudah memanggil sejumlah pihak untuk membicarakan hal ini dimana untuk dievaluasi tinggal seberapa besar saham yang ada di TJP. Hak Pemkab Tanjabar sendiri adalah 20 persen dari total Rp.12 miliar dana yang diinvestasikan di PT. Tanjung Jabung Power tersebut.

Meskipun PT.TJP tidak beroperasi lagi akibat kehabisan pasokan gas, Pemerintah daerah belum bisa memutuskan untuk menarik sahamnya. "Sebab hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kita audit dulu PT.TJP," ujar mantan Kepala BKD Propinsi Jambi ini.

Di lain sisi, Bupati Tanjung Jabung Barat, DR.Ir.H Syafrial MS mengeluarkan pernyataan bahwa Pemkab Tanjabar akan menggunakan tenaga auditor BPKP dalam mengaudit PT.TJP. Tidak adanya dividen dinilai aneh oleh Bupati Tanjabar. "Yang namanya bisnis itu pasti mengharap keuntungan. lho kok bisa ga ada keuntungan, makanya lebih baik kita tutup saja, makanya kita mau tanya langsung pada manajemen perusahaannya," katanya. (Yudi/Tonang)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »