Sinyal Politik SU-Agussalim Kian Kuat, Siapa Berani Melawan ?

Posted by On Thursday, May 25, 2017

(SU dan Agussalim tampak mesra selalu, sinyal yang kuat menuju arah Inhil satu atau hanya sekadar jalan-jalan, siapa yang tahu ?)

Tembilahan, (puterariau.com)

Politik adalah seni menjalankan kekuasaan dan mengatur rakyat yang dipimpin. Politik juga diartikan menjalankan strategi yang jitu dan gemilang untuk kemaslahatan masyarakat. Nah, untuk tujuan tersebut, terkadang seorang politisi atau pemimpin wajib 'pintar-pintar' bersiasat guna memenangkan gelanggang politik, tak terkecuali di Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau.

Ini nampaknya mulai diperlihatkan oleh salah seorang sosok pemimpin yang low profil, sederhana dan merakyat. Dialah H. Syamsuddin Uti, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Indragiri Hilir yang kabarnya sedang mesra menjalin hubungan dengan salah satu Ketua Partai, yakni H.Agussalim. 

Memang boleh dibilang, kepemimpinan H.Agussalim saat ini di Partainya masih tak jelas. Sebab PPP saat ini sudah berada di tangan Djan Faridz. Artinya, Ketua DPW PPP Propinsi Riau yang syah, Drs. Umroh HM Thayib tinggal teken saja siapa Ketua PPP yang dipilih kedepannya. Kalau klik tombol delete, bakal tercampaklah H.Agussalim.
Tapi setidaknya, H.Agussalim sudah diterima di hati H.Syamsuddin Uti sehingga kemana-mana selalu bersama layaknya pasangan yang sedang jatuh cinta, uhuuii.

Namun mengenai hal ini, publik mesti tahu bahwa sosok SU adalah yang paling jumawa saat ini. Sebahagian besar warga memiliki harapan yang besar terhadap SU yang telah tiga kali ikut mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Inhil.

H.Syamsuddin Uti yang pernah dikonfirmasi Putera Riau beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kepemimpinan Bupati HM Wardan selama 4 tahun belum maksimal. SU menyorot masalah infrastruktur di Ibukota Kecamatan semisal Sungai Guntung Kecamatan Kateman yang memang sedang mengalami rusak parah stadium empat. Belum lagi ketika SU melaporkan kepada redaksi Putera Riau kondisi infrastruktur di wilayah Reteh melalui foto yang dikirimnya, sungguh memiriskan hati. 
(Bendera Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan berkibar berdua, tanda sudah sehati sejiwa di Inhil?)

"Saya sangat prihatin dengan dana APBD 2,1 triliun tapi belum ada perubahan sama sekali. Padahal 4 tahun sudah kepemimpinan Bupati Wardan," ujar SU menjelaskan permasalahannya pada redaksi.

Memang, cita-cita SU untuk membangun Inhil lebih baik adalah sebuah harga mati yang tak dapat ditawar lagi, namun perlu pertimbangan lagi adalah kualitas dan kuantitas SDM di Inhil yang masih belum merata. Kekurangan jumlah SDM itu barangkali menjadi kelemahan Bupati Wardan untuk merombak kabinetnya yang lamban, loyo dan tak berenergi.

Kenapa demikian ? Karena jika dibuang satu saja pejabatnya, tentu Baperjakat Inhil bingung mencari kandidat lain karena permasalahan golongan, eselon dan pangkat maupun lainnya. Beda kasus dengan Kota Pekanbaru, yang jika satu pejabat bermasalah masih banyak yang antri dengan pangkat dan golongan yang tinggi.

Kembali ke laptop, eh cerita. Dimana kans politisi Partai Demokrat ini cukup baik. SU sudah dikenal dari hulu ke hilir oleh segenap masyarakat. Jika hari ini ada pemilihan Bupati, baik Wahid, Edi dan lain sebagainya, SU masih unggul banyak. Wilayah Utara pun, SU masih diuntungkan sebagai sosok yang populer dan terkenal ramah tamah.

Di bisnis minyak pun, SU masih merajai blantika perminyakan Kabupaten Inhil. Ketika yang lain masih berteori, SU sudah malang melintang di bisnis minyak sejak Inhil masih diselimuti jalan dengan balutan batang kelapa. Artinya SU sudah maju beberapa langkah, kandidat lain baru start awal, hehehe.

Akhir-akhir ini, SU selalu diminta masyarakat Inhil turun lapangan menyaksikan kondisi realita lapangan. Dalam shooting paparazzi, SU tampak selalu bergandengan dengan H.Agussalim. Kekompakan mereka merupakan sebuah sinyal politik yang kuat bahwa mereka layak untuk diperjuangkan masyarakat. 

Setiap elemen yang ditemui bahkan selalu berharap pasangan SU-Agussalim ini segera dikumandangkan dan diresmikan. Ibarat kehidupan, segera dikawinkan saja agar masyarakat mengetahui bahwa mereka syah sebagai calon pemimpin Inhil kedepan. Mereka berharap sebagai pasangan senantiasa akur dan damai, jangan putus di tengah jalan. Muncullah alunan suara masyarakat dengan lantunan lagu syahdu. 'Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu... hatiku damai...jiwaku tenteram bersamamu'.

"Kalau SU dan Agussalim sudah bersatu, siapa yang berani melawan ?" ucap Ifin memberikan pernyataannya. Tentunya eksistensi pasangan SU dan Agussalim ini bisa menimbulkan ciut nyali kandidat lain. Sebab survei lapangan ala random saja, masyarakat lebih mengenal sosok mereka ketimbang calon lain yang terkesan 'jaim dan formal'. 

Publik berharap siapapun nantinya yang menjadi pemimpin Inhil, maka identitas sebagai pemimpin harus ditegaskan. Intinya harus benar-benar membangun Inhil dan dapat mensejahterakan masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain, menjadi orang Inhil adalah takdir, namun memilih pemimpin Inhil yang baik adalah pilihan'. (Ridho/zamri/beye)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »