Presiden Jokowi Dan Donald Trump Sangat Menggandrungi Media Online

Posted by On Tuesday, May 02, 2017



Jakarta, (puterariau.com)

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan kebebasan pers yang dinikmati sekarang harus diorganisir secara mandiri di tengah media arus utama versus blogger yang berbasis internet. Tak bisa dihindari suatu saat media yang punya motto bisnis akan berbenturan jika sudah masuk politik ekonomi.

Pendapat ini diutarakan Fahri Hamzah di Gedung DPR RI Jakarta (2/5/2017) dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2017. 

Dewan Pers yang posisinya sentralistik seharusnya sudah bisa menjawab kehadiran media digital yang  perannya semakin diakui bersanding dengan media cetak, ujarnya. 

Dengan tetap menjaga independensi pers agar pertumbuhan pers lebih sehat didalam  demokrasi. Semestinya wartawan perlu untuk berkumpul untuk merumuskan peran dan fungsi media digital baru dengan secara bertanggung jawab tanpa harus di verifikasi.

Dengan meningkatkan tata kelola, membuka lapangan kerja, mendapat penghasilan dan membayar pajak untuk negara. Malah ada tren dunia usaha lebih memilih media digital untuk ditugaskan dalam  pekerjaan yang bersifat khusus, jelasnya.

Termasuk secara legislasi, apa perlu dibuat aturan RUU tentang Pers Media Digital. Sebab, bukan tak mungkin media utama tidak suka dengan hadirnya media digital. Bila perlu dengan membunuh media internet karena mengganggu kepentingan pemilik modalnya, bebernya.

Jumlah surat kabar sempat mencapai 6.000 media cetak setelah reformasi,  yang tersisa sekarang adalah yang bertahan dalam menghadapi persaingan.

"Saya concern ini diperdebatkan. Apalagi setelah ciutan Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat atau video Presiden Joko Widodo lebih banyak diminati dan ditunggu banyak orang dan lebih populer", kata  Fahri. (Erwin Kurai/Awani Putri)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »