Parlemen Desak Kejari Tetapkan Tersangka Korupsi Bibit Karet Di Dinas Pertanian Nias

Posted by On Wednesday, May 31, 2017


Nias, (puterariau.com) ------

Setelah ditingkatkan status dari tahap penyelidikan ke ke penyidikan, dugaan korupsi pengadaan bibit karet okulasi PB 260 di Dinas Pertanian Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2016 dengan pagu dana sebesar Rp 1.650.000.000, yang saat ini telah memasuki proses pemanggilan saksi-saksi dan menunggu hasil Audit BPK, akhirnya Komisi C DPRD Kabupaten Nias angkat bicara dengan meminta dan mendesak Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nias, Talizamuala Lawolo menuturkan sangat mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli dalam membongkar dugaan kasus korupsi pada pengadaan bibit karet TA 2016. 

"Karena itu merupakan hak-hak masyarakat yang wajib diperjuangkan, bukan untuk ditiadakan dan dikorupsikan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," tuturnya di ruang kerja kantor DPRD Kabupaten Nias, Senin (21/5).

"Kita meminta perhatian serius kepada penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan juga Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi ini dengan secepat mungkin dan apabila terdapat ada indikasi kerugian negara pada pengadaan bibit karet itu, harapan kita supaya segera ditetapkan siapa-siapa tersangkanya," ujar politisi muda partai Golongan Karya itu dengan mengakhiri pembicaraan.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Nias, Yaredi Gulo, SE menyampaikan jika seandainya benar ada indikasi korupsi pada pengadaan bibit karet tersebut, ia berharap kepada penegak hukum agar segera menetapkan siapa tersangkanya agar proses hukum jelas dan tidak membuat dilema kepada publik, imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu diruang kerja Komisi C DPRD Kabupaten Nias, Senin (21/5).

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Yus Iman Harefa, SH MH menyebutkan bahwa kasus pengadaan bibit karet tersebut sudah naik ke tahap penyidikan dan kini sedang dalam proses pemeriksaan saksi-aksi dimana pihak KPA, kontraktor, PPK dan ULP telah selesai diperiksa sehingga dianjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi lain yang terlibat di dalamnya karena dalam kasus itu sudah pasti ada indikasi kerugian negara sesuai bukti yang ditemukan penyidik. 

Namun besar kerugian negara tersebut belum bisa disebutkan karena harus menunggu pemeriksaan dari tim ahli sembari proses hukumnya akan terus berlanjut, imbuhnya singkat.

Seperti diketahui bahwa proyek pengadaan bibit karet tersebut diadakan dua kali tender. Pasalnya, tender pertama dimenangkan oleh CV. Peroci namun gagal karena tidak memenuhi syarat.

Akan tetapi pada tender kedua, CV. Nodela Solai dengan pelaksana berinisial "DTM" memenangkan proyek tersebut dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) berinisial "KZ".

Dimana nilai DPA Rp 2.040.000.000 dan nilai HPS Rp 1.755.000.000, jadi nilai kontrak Rp 1.650.000.000, untuk tahun anggaran 2016. (Alvyman hulu)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »