Komisi IV DPRD Silaturahmi Dengan Forum Guru Bantu Inhil

Posted by On Sunday, May 21, 2017

(Ketua FGB Inhil, Romi Noverlis saat memberikan sambutannya pada silaturahmi guru bantu se-Inhil)

Tembilahan, (puterariau.com) ---

Forum guru bantu Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan silaturahmi dengan anggota Komisi IV DPRD Inhil dalam rangka penyatuan visi kedepan antar seluruh guru bantu yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir pada Minggu (21/05/17) di SMK 2 Tembilahan. Selain itu, silaturahmi ini bertujuan untuk merangkul semua guru bantu yang ada terkait mencari solusi terbaik kedepannya dalam menyikapi permasalahan yang selalu terjadi selama ini.

Silaturahmi ini dihadiri oleh anggota DPRD Inhil dari Komisi IV, H. Adriyanto yang biasa disapa H. Ateng. Ia berharap bahwa guru bantu yang ada tetap kompak dan selalu berusaha mencari peluang dalam rangka bagaimana bisa menjadi ASN. "Peluang itu selalu ada, yang penting selalu berkordinasi dengan seluruh forum guru bantu baik di Propinsi maupun yang lainnya," katanya.
(Guru-guru dari seluruh Kecamatan se-Inhil yang hadir pada acara silaturahmi)

Pengangkatan ASN untuk guru bantu harus mengikuti UU yang berlaku.  Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa jalan itu akan terbentang dengan UU ASN yang baru. "Ini demi seluruh guru bantu yang ada di Inhil, Riau maupun Indonesia," ujar salah seorang guru bantu yang ditemui Putera Riau di lokasi acara.

Ketua Forum Guru Bantu Kabupaten Inhil, Romi Noverlis mengatakan bahwa silaturahmi bertujuan untuk mendata, merangkul dan menyatukan visi guru bantu kedepan. Ia berharap dengan semakin kokohnya perkumpulan guru bantu yang ada, bisa memberi masukan secara politis kepada Pemerintah tentang eksistensi guru bantu yang turut serta dalam pengabdian mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kedepan, pihaknya akan berkordinasi dengan kordinator Propinsi dalam rangka menyatukan kembali seluruh visi yang ada di daerah dan di pusat. Apalagi guru bantu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia saat ini, khususnya bidang pendidikan, dan telah diakui secara nasional.

Pihaknya berharap seluruh elemen baik Komisi IV DPRD Inhil, Pemerintah daerah dan Propinsi untuk memperhatikan nasib guru bantu yang selalu diterpa problema. 

"Mulai keterlambatan gaji, penerimaan SK, tingkat kesejahteraan maupun kejelasan nasibnya pada tahun-tahun mendatang," sebutnya.

Ia tetap optimis bahwa Pemerintah dan wakil rakyat tetap berusaha dalam memperjuangkan nasib guru bantu yang ada, khususnya di Inhil. Apalagi pasca hearing dengan DPRD Inhil baru-baru ini, diharapkan menjadi momentum untuk memperjuangkan guru bantu di Inhil.

Sementara itu, salah seorang pengurus Forum Guru Bantu Inhil, Sisra Yosi menyebutkan bahwa dengan adanya kekompakan antar seluruh guru bantu yang ada di Inhil dapat menyatukan visi antar sesama. "Peluang itu selalu ada, kita tetap berusaha dan berupaya untuk seluruh teman-teman yang ada," singkatnya. (beni/adv)



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »