Kabupaten Inhil Rawan Bahaya Radikalisme Dan Terorisme

Posted by On Tuesday, May 09, 2017



Tembilahan, (puterariau.com) --

Pemkab Inhil taja kegiatan penyuluhan tentang bahaya terorisme. Sebab kegiatan ini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme dan radikalisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan negara.

Dalam menghadapi tantangan dan persaingan yang ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar, bangsa indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa yang antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, dan juga terorisme.

Sebagaimana diketahui, keberadaan terorisme di Indonesia merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional. Kondisi ini sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara. Dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini harus dimulai sejak dini.

Oleh karena itu diperlukan usaha penyuluhan kepada seluruh komponen bangsa agar memiliki pemahaman dan sikap serta kemampuan untuk mengantisipasi dan mencegah terorisme dan radikalisme tersebut.

Radikalisme dan terorisme merupakan isu aktual yang menjadi problematika bangsa, karena itu perlu secara arif dan bijaksana mengkaji, merumuskan dan memecahkan masalah ini karena kuatnya komitmen pribadi, komitmen organisasi serta komitmen institusi, sehingga mampu mencapai apa yang diinginkan termasuk mencegah radikalisme dan menangkal isu terorisme.

Negara yang kuat memerlukan pertahanan yang kuat untuk menangkal dan menghadapi setiap ancaman. Bentuk ancaman yang dihadapi oleh negara bisa dalam bentuk apapun, dengan cara apapun dan oleh siapapun termasuk terorisme. Terorisme juga merupakan kejahatan yang tidak bisa ditolerir, tindakan yang tidak berprikemanusiaan, jauh dari peradaban manusia modern bahkan kebudayaan yang merusak ketenteraman sosial, keamanan dan ketertiban hidup bermasyarakat dan bernegara, serta juga menghambat peningkatan dan pembangunan di bidang ekonomi.

Pengalaman bangsa dalam menangani masalah terorisme baik pada tahap penangkalan, pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme di berbagai daerah merupakan modal yang sangat berharga bagi segenap komponen bangsa. Pengetahuan mengenai terorisme baik mengenai bentuk aksi, rekruitmen pelaku, organisasi dan jaringan serta modus operandinya pada gilirannya akan mempermudah penggalangan partisipasi masyarakat dalam menutup ruang geraknya serta pencegahan aksinya.

Sebagaimana kita ketahui, Riau sebagai salah satu Propinsi yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan memiliki letak yang strategis berbatasan langsung dengan negara asing. Hal itu menjadikan Riau pusat perhatian dan daya tarik tersendiri untuk dijadikan tempat berkunjung dan mencari nafkah. Disamping itu, Riau juga cenderung mempunyai potensi konflik yang lebih tinggi.

Karena dengan kondisi tersebut menjadikan Riau khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah yang strategis jalur masuknya terorisme, menjadi tempat transit dan tidak tertutup kemungkinan dijadikan lokus aksi bagi pelaku terorisme. Karena jalur yang menghubungkan Riau dengan Malaysia baik laut maupun udara cukup lancar di samping jalur utara yaitu Aceh dan Sumatera Utara.

Hal ini perlu diwaspadai di daerah, dimana Kabupaten  Indragiri Hilir yang memiliki wilayah berupa pulau-pulau yang bisa dijadikan tempat bersembunyi dan jalur masuknya para pelaku terorisme.

Keadaan seperti ini seyogyanya membuat lebih waspada akan timbulnya dampak-dampak negatif yang nyata-nyata akan merugikan bangsa Indonesia khususnya Riau dan Indragiri Hilir ini.

Ia berharap dan meminta komponen pemerintah daerah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu secara sinergis dan berkesinambungan. Dengan demikian hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi bahkan hilang dari kehidupan sosial di masyarakat.

Pencerahan kepada masyarakat perihal ideologi negara pun harus terus-menerus disampaikan. Pemahaman dan penghayatan yang kuat mengenai ideologi negara akan menangkal segala macam potensi perpecahan yang muncul. Ketahanan daerah dan roda pemerintahan jangan sampai turut terganggu karena paham-paham menyesatkan. 

Maka dari itu harus dapat dipastikan bahwa masyarakat jangan sampai mudah untuk disusupi. Heterogenitas masyarakat baik etnis, agama, ras dan golongan juga menjadi salah satu sasaran menyusupnya ajaran terorisme yang harus diawasi perkembangannya.

Kata kuncinya adalah kolaborasi sinergis baik dalam internal organisasi maupun sesama masyarakat, karena hal itu perlu dibangun dengan peningkatan rasa kebersamaan dan kolaborasi lintas sektoral, agama, etnis, suku dan ras seperti yang selama ini sudah dilaksanakan, dengan demikian maka Riau dan Inhil khususnya akan menjadi daerah yang aman selamanya.

Sebagai aparatur dan generasi muda dituntut untuk memiliki kepekaan dan kecermatan dalam menyikapi setiap potensi permasalahan yang dapat menimbulkan instabilitas dalam rangka menjamin terciptanya suasana yang kondusif bagi kelancaran roda pemerintahan.

Sedangkan sebagai masyarakat, sangat diharapkan berpartisipasi dan bekerjasama dalam menjaga dan mewaspadai 
setiap gejala yang mungkin akan menyebabkan terganggunya rasa aman dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia melihat dan menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme sangat penting bagi pembekalan pengetahuan masyarakat agar tercipta kesamaan persepsi dalam menghadapi terorisme serta setiap potensi konflik yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Beni/adv)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »