Kabid Humas Poldasu : 'Oknum Brimob Penganiaya Yosia Gulo Harus Diproses'

Posted by On Wednesday, May 31, 2017


Nias, (puterariau.com) ----

Menanggapi kasus penganiayaan terhadap Yosia Gulo yang diduga dilakukan oknum Brigade Mobil (Brimob) saat cuti di Nias Barat pada bulan Maret kemarin, Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Kabid Humas Poldasu, Kombespol Rina Sari Ginting mengatakan bahwa kasus itu harus diproses secara hukum yang berlaku, walaupun dia seorang anggota Brimob tetap harus tunduk kepada hukum negara sama halnya dengan warga sipil. "Kalau melakukan pidana harus diproses secara hukum juga," tegasnya melalui telepon genggamnya.

"Kalau sudah dilaporkan ke Polsek Mandrehe coba ditanyakan kira-kira apa jawaban dari mereka serta apa kendala-kendala penyidik dalam penanganan kasus itu, walaupun dia anggota Brimob kalau melakukan yang namanya tindak pidana, kasus tersebut harus diproses di pidana umum meskipun nanti di kesatuannya juga diproses melalui tindak disiplin," sambung Kabid Humas.

Sementara itu Kepala Polisi Sektor Mandrehe, AKP SP. Siringo-ringo menjelaskan bahwa kasus tersebut masih dalam proses dimana saat ini pihaknya sedang menunggu hasil visum korban, ungkapnya singkat lewat via selulernya pada Rabu (31/5).

Sebelumnya, Yosia Gulo Alias Ama Mari (61), Desa Sitolubanua Fadoro, Kecamatan Moroo Kabupaten Nias Barat dengan didampingi Ketua LSM Kesatuan Pemantau Korupsi dan Kriminal (KPK-2), Yalisokhi Laoli mendatangi markas Polres Nias, Senin (29/5) untuk membuat laporan pengaduan atas penganiayaan pada dirinya yang diduga dilakukan oknum Brimob yang bertugas di Kepulauan Riau (Kepri) berinsial HG saat cuti di Nias Barat pada bulan Maret 2017 kemarin.

Menurut YG Alias Ama Mari, penganiayaan itu terjadi pada hari Kamis di Dusun 4 Hiligawoni Desa Sitolubanua Fadoro Kecamatan Moroo Kabupaten Nias Barat (Kamis 30/3/2017) sekira pukul 08.30 WIB bertempat di kediamannya, ujarnya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kantin Polres Nias, Senin sore lalu (29/5).

Dijelaskan, kronologi kejadiannya berawal saat pelaku berinsial HG (oknum Brimob) yang sedang menjalankan cuti di Nias Barat dan YG alias AF (Ayah HG) tiba-tiba mendobrak pintu rumahnya dan langsung memegang tangannya sembari memaksa untuk menandatangani surat utang yang telah disediakan dengan modus tagihan arisan.

Karena korban tidak mau menandatangani surat tersebut, YG alias Ama Mari langsung diborgol HG dan membawa  keluar rumah dengan ditarik kuat-kuat hingga dirinya jatuh ke dalam parit yang ada dibdepan rumahnya. Setelah  jatuh ke parit, HG mencekik leher korban sampai  tergeletak dan tidak berdaya lagi. "Beruntung ada tetangga dan masyarakat yang datang untuk melerai  saat itu," ungkapnya.

Dipaparkan, akibat kericuhan tetangga yang berteriak-teriak, tiba-tiba oknum Brimob berinsial HG menodongkan senjata api ke arah korban sambil mengancam masyarakat yang hadir dengan berkata 'kalau kalian ikut campur, akan saya tembak' sembari berjalan meninggalkan YG ditempat itu, terang korban menceritakan.

Setelah ditinggalkan pelaku, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan serta membuat laporan pengaduan Ke Polsek Mandrehe dengan Nomor : STPLP/09/III/2017/Ns-Ndrehe, namun laporan itu sampai saat ini belum ada tindak lanjut serius dari Polsek Mandrehe sementara saksi-saksi sudah dimintai keterangannya.

Atas Kejadian itu, YG  memohon kepada Kapolda Sumatera Utara dan terlebih-lebih kepada Kapolri untuk segera memproses secara hukum kasus penganiayaan yang terjadi pada dirinya yang diduga dilakukan oknum Brimob yang bertugas diwilayah Kepulauan Riau, harapnya. (alvin hulu/yasa gulo)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »