Harimau Buas Masuk Pemukiman, Warga Simpang Kanan Pelangiran Ketakutan

Posted by On Tuesday, May 23, 2017



Pelangiran, (puterariau.com)

Masyarakat Kanal 25 Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, resah karena adanya harimau, yang berkeliaran di sekitar pemukiman penduduk.

Biasanya Harimau itu keluar jika habitatnya sudah terancam oleh kerakusan manusia yang mengeksploitas alam. Hutan tempat hidup mereka harus luluh lantak akibat ekspansi perusahaan maupun perkebunan warga sehingga mau tidak mau, apapun hewan hutan rimba yang ada mesti keluar mencari mangsa.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Pelangiran Iptu M. Rafi mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi yang disampaikan seorang penduduk yang bernama Bahtiar Hasibuan (42 tahun) warga Kanal 25 Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2017 sekira pukul 10.30 WIB.

Bahtiar menginformasikan tentang adanya hewan/binatang buas harimau yang sudah meresahkan warga Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kec. Pelangiran. Dalam beberapa Minggu terakhir masyarakat Simpang diresahkan dengan adanya hewan/binatang buas Harimau yang sering berkeliaran di sekitar pemukiman dan sering memangsa hewan peliharaan milik masyarakat sekitar. 

Dalam 3 hari terakhir binatang buas tersebut berada disekitar rumah Bahtiar dan sempat mengejar anak Bahtiar. Hingga saat ini, harimau tersebut masih berada disekitar pemukiman masyarakat di Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Propinsi Riau. 

Sebelumnya, harimau tersebut juga sudah pernah hampir memangsa seorang masyarakat yang bernama Arbain (45 tahun), warga Jalan Industri Kelurahan Pelangiran Kec. Pelangiran, ketika Arbain sedang bekerja mencari kayu bersama dengan istrinya Liana (38 tahun), di Parit 6 Kanal 27 Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kec.Pelangiran. Namun saat itu, kedua orang suami istri itu dapat menyelamatkan diri dan Harimau tersebut hanya dapat mencakar kaki kiri Arbain dan mengakibatkan kaki kirinya mengalami luka terbuka/sobek.

Dikarenakan harimau merupakan salah satu hewan langka yang keberadaannya dilindungi oleh Undang-undang, sehingga masyarakat sekitar tidak berani mengambil tindakan sendiri untuk menangkap atau membunuh Harimau tersebut.

Menanggapi mengganasnya harimau tersebut, Kapolres Inhil mengatakan Polres Inhil akan segera berkoordinasi dengan pihak BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) untuk menangkap dan mengamankan harimau tersebut, karena sudah sangat meresahkan warga sekitar. Kapolres juga menghimbau kepada warga, untuk berhati-hati, saat melakukan aktifitas diluar rumah agar tidak jadi korban dari harimau tersebut. (Zamri)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »