Fadila Saputra : 'Demi Kemajuan Daerah, Siap Ambil Kebijakan Untuk Bangun Daerah Di Hidayat Sapat'

Posted by On Friday, May 05, 2017

(Fadila Saputra)
 
Tembilahan, (puterariau.com)

Inhil mesti berbangga hati, sebab peringatan Haul Syeikh Abdurrahman Siddiq ke-80 di Hidayat, Desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri menjadi even internasional. Kenapa begitu ? Karena eh karena pengunjungnya bukan hanya sebatas dari negeri seribu parit saja, bahkan dari luar Propinsi Riau dan negara lain.

Namun sayangnya, ketika rombongan Gubernur Riau, Andi Rachman bersama unsur Pemerintah dan tokoh masyarakat Riau berkunjung ke Hidayat Sapat kemarin tentu memberikan catatan tersendiri atas kondisi daerah setempat. Memang kita mesti mengacungi jempol atas peringatan yang cukup sukses tersebut. Tapi bagi kita yang waras tentu perlu memberikan catatan buat Bupati Inhil HM Wardan dan jajarannya untuk berbenah kedepannya.

Fadila Saputra, tokoh pemuda Riau yang turut hadir pada peringatan Haul Syeikh Abdurrahman Siddiq ke-80 itu bersama rombongan dari Propinsi Riau turut memberikan pandangannya. Ia meminta agar even yang menjadi salah satu destinasi wisata religi internasional ini terus dikembangkan. Hal ini dikatakannya saat mendampingi paduka mulia Ketua FKKI, HR Maizir Mit SE MBA, HR Marjohan Yusuf dan R.Iskandar Rab.
(Satu boat bersama Ketua FKKI, HR Maizir Mit SE MBA, HR Marjohan Yusuf, dan R.Iskandar Rab saat haul Syekh Abdurrahman Siddiq)

Fadil turut prihatin atas kondisi jalan yang rusak parah. Ketika di lokasi ia kerap mendengar keluhan dari pengunjung yang mengatakan sarana infrastrukturnya tidak memadai. "Bikin sakit perut kami jalannya," celetuk pengunjung seperti ditirukan Fadil. Selain itu, beberapa objek wisata masih kurang tertata. Kondisi Masjid juga belum selesai. "Semoga kedepan lebih tertata lagi dan tidak carut marut," katanya.

Mengenai informasi dari humas Pemkab ataupun Protokoler Bupati pun kerapkali tak sinkron. Pihak Humas pun ketika dihubungi dari Propinsi sampai hari-H masih kebingungan mengenai penempatan rombongan dari Propinsi Riau. "Terpaksa pandai-pandailah berimprovisasi, sebab jawaban Kabag Humas tak tahu atau belum dapat informasi," jelas Fadil.

Di segi sarana infrastruktur jalan yang rusak, menurut Fadil mesti ada kebijakan yang arif mengenai hal ini. "Jika saya yang menjadi Bupati Inhil, saya akan prioritaskan sarana infrastruktur yang ada, jika belum dianggarkan, kita harus buat kebijakan yang pro rakyat dan daerah," kata Fadil menegaskan.

Apalagi menurutnya, keberadaan Makam Tuan Guru Sapat merupakan aset negeri seribu jembatan yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Keberadaannya merupakan sebuah potensi besar bagi Inhil untuk menarik minat pengunjung domestik dan mancanegara. "Hanya dengan kebijakan yang berani-lah mampu hasilkan daerah ini lebih maju, jadi tinggal 'finishing touch' saja lagi," ujar Fadil.

Ia mencontohkan sosok kepemimpinan Rusli Zainal dulu yang berani membuat kebijakan untuk membangun Inhil lebih maju. Rusli disebut sukses membangun Riau umumnya, Inhil khususnya. "Kalau saya yang jadi pemimpin, saya akan tanggulangi permasalahan ini agar Inhil lebih maju. Kalau takut dipenjara gara-gara membangun rakyat dan daerah, untuk apa jadi pemimpin. Jadi lebih baik dipenjara tapi rakyat sejahtera dan daerah maju daripada daerah dan rakyat susah begini, intinya kebijakan," tegas Fadil. (Ridho/Aris)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »