Buntut Lepasnya Para Napi, Kepala Rutan Pekanbaru Akhirnya Dicopot Menkumham

Posted by On Sunday, May 07, 2017

(Menkumham Yasonna Laoly didampingi Gubernur Riau Andi Rachman dan Kepala Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian)

 Pekanbaru, (puterariau.com)

Menteri Hukum dan Hak Asazi Manusia, Yasonna Laoly meninjau secara langsung Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru, Propinsi Riau pasca kaburnya 448 tahanan pada Jumat lalu (5/5). "Nanti saja ya," kata Yosonna ketika melewati insan pers yang hendak mengkonfirmasinya di Rutan Kelas II B Pekanbaru pada Minggu.

Yasonna datang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Riau, Ferdinand Siagian. Yasonna terlihat datang memakai kemeja putih dan memakai penutup kepala seperti layaknya koboi.

Kabag Operasi Kepolisian Resor Pekanbaru, Kompol Indra Sakti mengatakan bahwa kedatangan menteri untuk melakukan peninjauan dan negosiasi dengan para tahanan. Menurutnya kedatangan itu hanya sebentar mengingat urgensi masalah ini. 

Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham RI, I Wayan Kusmiantha Dusak saat menegaskan bahwa seluruh petugas Rutan terancam diganti. Bahkan Kepala Rutan Sialang Bungkuk sudah ditunjuk pelaksana hariannya. 

"Hari ini kita sudah buat surat tugas atau surat keputusan serta menunjuk Pelaksana Harian (PLH)," ujar Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham RI I Wayan Kusmiantha Dusak, Sabtu (06/05/17). 

Penggantian Kepala ini juga terkait permintaan para tahanan. Sementara untuk petugas yang terkait dengan pungli masih terus didalami secara intensif. 

Sementara pemindahan tahanan ini merupakan agenda guna mengurangi kapasitas rutan sendiri. "Ini juga jawaban dari 16 tuntutan para tahanan. Untuk pemindahan akan kita lakukan di seluruh Lapas yang ada di Riau. Bahkan jika tidak mencukupi akan kita kirim ke luar Riau," jelasnya. 

Diinformasikan bahwa dari jumlah total tahanan sebanyak 1870 tahanan jumlah petugas hanya sebanyak 54 petugas, 20 diantaranya yaitu petugas pengamanan. Artinya diperkirakan 1 banding 20 tahanan. 

Sementara yang saat ini tertangkap sekitar 213 tahanan dari total yang melarikan diri adalah 448 tahanan. Jadi, ada sekitar 234 tahanan lagi yang saat tengah dilakukan pengejaran. 

"Saat ini kita fokus melakukan pengejaran. Sementara kondisi rutan sudah kondusif, kita akan ambil langkah-langkah dan tindakan untuk memenuhi hak-hak dan permintaan tahanan," singkatnya. (eka/tamba/pr/rls)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »