Benarkah Hubungan Kabag Humas Pemkab Inhil Dan Camat Kateman Kurang Harmonis

Posted by On Saturday, May 27, 2017

Sungai Guntung, (puterariau.com) - I - Sebuah fakta harus diungkapkan meskipun hal itu akan menjadi polemik kedepannya. Asas katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah merupakan sebuah barometer pentingnya sebuah problema untuk diangkat dan layak diperbincangkan. Misalnya pada kejadian unik di balik pengukuhan empat organisasi di Sungai Guntung Kecamatan Kateman oleh Bupati Inhil HM Wardan beberapa waktu lalu. Ada fakta unik di balik peristiwa pengukuhan tersebut. Penasaran khan ?

Ini bukanlah ghibah apalagi berita fitnah. Sebab tugas pokok dan fungsi seorang jurnalis sejati adalah mengungkapkan kebenaran berdasarkan jalan cerita sebenarnya. Kalau memang bulan puasa tidak dibenarkan menulis, agaknya mesti dibuat UU baru terhadap wartawan untuk tidak bekerja. So tambahan lagi, mesti ada UU yang mengatur bahwa bulan puasa bisa menahan para pejabat untuk menahan tangannya dari korupsi, siip khan ?

Peristiwa unik kala itu menjadi tanda tanya warga Sungai Guntung sekitarnya seputar kurang harmonisnya hubungan antara Camat Kateman Kamren dengan mantan Camat Kateman Marlis Syarif (Kabag Humas sekarang, red). "Bahkan kedua pejabat itu tidak saling tegur sapa waktu itu," ujar Julak Ipin pada Putera Riau.

Cerita punya cerita, memang tak ada gading yang tak retak sebab kalau tak retak bukanlah gading. Apalagi sesama pejabat di Inhil, pasti ada 'sesuatu' yang menjadi 'kles'nya hubungan. Namun, kala itu, Putera Riau sempat bercengkerama dengan mantan Camat Kateman Marlis Syarif kala iven tersebut. "Kenapa gak liput acara komandan kalian, kan enak?" gurau Marlis. Ketika sejumlah wartawan membalikkan pertanyaan ke dirinya, seputar mengapa tak bertegur sapa sesama pejabat dan tak ikut menghadiri pelantikan 4 organisasi, kembali Kabag Humas berkelit. "Payah, komandan kalian itu tak pakai, pelit," ucapnya yang sontak menghebohkan suasana sejenak.

Salah seorang wartawan TV yang ikut acara waktu turut membenarkan perihal susahnya kerja sama dengan Camat Kateman seputar anggaran. "Memang payah bang, pelit," ucap Iyan. Bahkan melalui rekan wartawan Pos Metro Indragiri pun mereka mengungkapkan hal itu. Misalnya pada acara Golkar di Wisma Hidayat, sampai kasir Wisma menyebutkan tak jelas siapa yang membayarnya, beber sumber PR yang menyaksikan hal itu.

Disebutkan, rekan wartawan TV pun pernah dijanjikan sesuatu oleh Camat Kateman, namun disebutkannya pada Arifin (Pos Metro) bahwa hal itu tak pernah ada realisasinya. Barangkali sesama pejabat sudah TST (tahu sama tahu) karakter masing-masing, sehingga hal itulah yang menyebabkan tidak harmonisnya hubungan antara mereka. 

Namun yang tak habis pikir adalah seorang Kabag Humas yang menjadi juru bicara Bupati dan tangan kanan Bupati terhadap masyarakat yang memperlihatkan kekurangkompakan dengan sesama pejabat patut menjadi catatan. Demikian pula dengan Camat yang merupakan perwakilan Bupati di daerah. Entah siapa yang salah, seharusnya hal itu tidak diperlihatkan di muka publik. 

Mengenai hal ini, Putera Riau telah berusaha untuk meminta keterangan dari yang bersangkutan, namun belum ada jawaban. Misalnya pada Kabag Humas, Marlis Syarif, PR telah mempertanyakan ada masalah apa antara Camat dan mantan Camat sehingga kurang sejalan demikian. Sebab, hal itu permintaan segenap elemen warga sendiri, agar mereka mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi di tubuh Pemerintahan Kabupaten Inhil.

Nah, mumpung menyambut bulan suci Ramadhan, bulan baik hari baik ini, ada baiknya antar sesama untuk saling memaafkan satu sama lain. "Mari kita hindarkan perpecahan dan tidak saling tegur sapa," kata Arifin mengungkapkan. (Ridho)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »