Zuhairi Amanan, SP : 'Menuju Islam Kaffah Melalui Pilkada Jakarta'

Posted by On Tuesday, April 18, 2017



Semarang, (puterariau.com)

Salam Indonesia Raya.
Mari kita menangkan ANIS- SANDI, InsyAllah kita Sambut Gubernur baru Untuk Jakarta. Yang punya hak pilih silahkan pilih no 3. Yang punya hak berdo'a sama-sama kita berdo'a untuk Jakarta agar mendapat Pemimpin muslim yang taat.

Kepada saudaraku yang hafal Syahadat, namun masih membela dia yang menistakan Al Quran. Kumohon pejamkan matamu sejenak. Sejenak saja. Lantas ucapkan dengan lirih kalimat Syahadat itu. Dengarlah, ada nama Rasulullah disana. Bahwa Muhammad, Sallallahu Alaihi Wassalam adalah Utusan Allah.

Duhai, mengapa engkau nyinyir ketika saudara seiman-mu ingin agar idolamu itu diadili ? Junjunganmu itu telah menistakan ayat Allah yang diturunkan melalui Rasul-Nya. Melalui Muhammad. Yang beliau, disisa nafasnya, sambil menitikkan air mata menyebut-nyebut kalian. "Ummati, Ummati, Ummati," desisnya.

Yaa Allah, bahkan beliau mengkhawatirkan kita yang padahal belum pernah bersua. Beliau mengkhawatirkan kita, Saudaraku. Betapa sedihnya barangkali, jika beliau tahu, diantara kita ada yang lebih membela makhluk dibanding ayat-ayat yang disampaikan oleh Rabb-nya. Padahal makhluk itu, jangankan mengkhawatirkan. Berdoa untuk kalian pun sepertinya tidak bisa.

Kepada saudaraku, tengoklah ke masa kecilmu. Tengoklah. Dimana saat itu, kita berlarian di sore hari menuju masjid dekat rumah. Kita mengeja Iqra pada Pak Ustadz. Belajar membaca Al Quran.

Lihat, Al Quran itu sejatinya adalah sahabat kita sedari dulu. Yaa Allah, bagaimana bisa, diantara kita, ada yang lebih membela seseorang yang jangankan sahabat, kenal pada kita pun tidak, kan? Dan bagaimana bisa, diantara kita malah mencaci maki orang-orang yang mencintai sahabatmu itu yang mencintai al-Quran ?

Duhai sahabat, kita semua sedang merambat menuju kematian. Jangan sampai setelah denyut menghilang, kita membawa sesal.

Tolong jawab pertanyaan ini, saat ada ayat yang mangatakan bahwa babi itu haram kau mengangguk taat, lalu mengapa saat ada risalah yang menyatakan bahwa memilih pemimpin non-Muslim itu terlarang malah menggeleng jengkel ? Bukankah dua-duanya sama-sama Kalamullah?
Bagaimana ? Bisa menjawabnya ?

Jika tak bisa, periksalah shalat shubuhmu. Sudah istiqomahkah itu? Jika belum, istighfari segera, barangkali ada lumpur kemunafikan yang terselip dalam hati. Maaf jika kata ini melukai, ya. Sungguh aku pun banyak dosa, maka jika berkenan, maukah kita berlomba saja?

Berlomba?

Iya. Seperti kata seorang 'alim, Jika kita tak bisa bersaing dengan orang shaleh dalam taatnya, mudah-mudahan, kita mau berlomba dengan para pendosa dalam taubatnya.

Yaa Allah, saksikanlah, Hamba sudah menyampaikannya...

Oleh : Zuhairi Amanan, SP (Putera Inhil yang merupakan Mahasiswa Program Pasca Sarjana Manajemen Bisnis UIN Wali Songo Semarang)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »