Tak Ada Dokter, Pasien RSUD Puri Husada Tembilahan Terbengkalai

Posted by On Friday, April 07, 2017




Tembilahan, (puterariau.com)

Orang miskin dilarang sakit, agaknya itulah kalimat yang berlaku saat ini seiring rendahnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat kebanyakan. Selain mutu pelayanan rendah, rakyat miskin kerapkali diberi obat generik kelas dua. Ini merupakan rahasia umum yang ada di tengah kehidupan kita saat ini.

Apalagi bagi mereka pengguna BPJS, pelayanan masih terkesan dinomorduakan dan lamban. Bahkan, kalau boleh jujur, berapa orang sudah mati duluan sebelum mendapat pengobatan yang baik dan sempurna dengan alasan tidak ada tenaga dokternya. Seringkali kalau sudah merasa tak mampu, pihak RS merujuk ke Pekanbaru, dan pasien pun rata-rata tak selamat lagi.

Ini pernah terjadi pada Desember 2016 lalu, dimana salah seorang pasien, H.AS (Prostat) tak kunjung ada dokter ahlinya. Ketika pihak keluarga menanyakan, pihak RSUD mengatakan bahwa dokter berada di luar daerah dan harus menunggu sampai berhari-hari.

Ketika mereka merasa tak mampu lagi, pihak RS merujuk ke RSUD Arifin Ahmad di Pekanbaru. Hal serupa terjadi, sempat satu hari terbengkalai, akhirnya H.AS asal Keritang itupun menghembuskan nafas terakhirnya.

Seputar ketiadaan dokter di RSUD Puri Husada Tembilahan ini, kembali menimpa pasiennya. Misalnya saja yang menimpa pada Jamilah (33), warga Desa Pungkat Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hampir sepekan lamanya diinapkan di ruang Kebidanan Kelas III RSUD Puri Husada Tembilahan.

Ia dirujuk pada hari Sabtu (1/4/2017) subuh, sekitar pukul 2.00 WIB di UGD. Kemudian dibawa ke ruang Operasi. Selanjutnya pada hari Minggu (2/4/2017), wanita malang ini diinapkan di ruang Kebidanan kelas III.

Namun hingga kini, pasien peserta BPJS Kesehatan tersebut mengaku belum mendapat perawatan signifikan dari dokter terkait.

“Belum ada dokter. Kemarin saya tanya lagi, katanya pagi ini, tapi sampai siang  belum ada juga,” kata suami pasien, Jaslan (37), Kamis (6/4/2017).

Menurut keterangan pasien, ia menderita luka tertusuk kayu di bagian alat kelamin hingga mengalami pendarahan. Luka tusuk tersebut akibat jatuh ke sumur ketika sedang membersihkan rerumputan di kebun.

Musibah itu terjadi pada hari Jumat pekan lalu (31/3/2017). Saat itu juga ia dilarikan ke Puskesmas terdekat dan pada malam harinya dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapat perawatan lebih intensif.

“Petugas di Puskesmas mengaku tidak sanggup karena lukanya cukup parah, makanya kita rujuk malam itu juga ke sini,” paparnya.

Bahkan lebih miris lagi, selain lemas tak berdaya, kondisi perut yang dulunya normal kini tampak semakin membengkak. Kondisi tersebut, kata Jaslan berlangsung pelan-pelan selama di ruang kebidanan.

Sementara itu, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto saat dikonfirmasi mengaku cukup kaget. Sebab menurutnya, tim medisnya diyakinkan selalu stanbye melakukan perawatan.

“Tak mungkin tak ada dokter, pasiennya mungkin yang tidak tahu ada dokter yang masuk memeriksa. Tapi entahlah, nanti saya coba konfirmasikan dulu,” kata Irianto ketakutan. (Zamri/pr)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »