Sejarah Kerajaan Siak Diperkenalkan Bupati Syamsuar Ke Seluruh Nusantara

Posted by On Tuesday, April 18, 2017



Siak Sriindrapura, (puterariau.com)

Senin pekan ini (17/4), Bupati Siak menceritakan sejarah Kerajaan Siak kepada guru-guru se-Indonesia di gedung LAM Siak. Turut hadir sebagai narasumber, ketua ikatan sejarawan Indonesia dari Jakarta Muchlis Paeni, Budayawan (LAM) Riau, OK Nizami Jamil.

Panjang lebar Bupati dua periode itu menceritakan sejarah berdirinya kerajaan Siak, hingga sampai pada masa Sultan Syarif Kasim II sebagai pahlawan nasional. Pada masa Sultan inilah, kerajaan Siak bergabung dengan NKRI, dan menyerahkan seluruh harta kekayaan kerajaan kepada Negara dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

Sehari setelah Indonesia merdeka, Sultan Siak turut mengibarkan bendera merah putih di halaman Istana, dan bendera tersebut dijahit sendiri oleh permaisuri Sultan.

Saat ditemui usai acara, Bupati Syamsuar kelihatan antusias karena Siak sebagai tuan rumah kegiatan tersebut, sehingga nantinya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke negeri istana.

“Tentunya kami sangat senang, karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengenal sejarah kerajaan Siak, sekaligus bisa mempromosikan Kabupaten Siak, karena pesertanya guru-guru dari seluruh Indonesia," jelas Syamsuar.

Masih kata Bupati saat sesi tanya jawab, jika peserta ingin melihat bukti sejarah perjuangan rakyat Siak dan Bengkalis, silahkan dilihat ke Arsip Nasional. Dapat dilihat disana, tulisan-tulisan dari rakyat yang ikut mempertahankan republik Indonesia, berjuang sebelum kemerdekaan Indonesia. Tulisan itu dibubuhkan dengan stempal cap jempol darah.

Sementara Eddy Suardi, Kasubdit Internalisasi Nilai Sejarah, Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa peserta yang ikut sebanyak 120 orang terdiri dari guru sejarah SMA/SMK, dan guru IPS SMP se-Indonesia. Masing-masing provinsi mengutus 2 orang guru yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dan ditambah guru-guru tempatan.

“Kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dulu namanya kemah guru di wilayah perbatasan, dan sekarang internalisasi nilai kebangsaan,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, apa yang diinternalisasikan adalah nilai-nilai kebangsaan yang ada di wilayah perbatasan.

Dijelaskan Eddy, kegiatan ini dimulai dari tanggal 16-21 April 2017 yang berlangsung di Siak dan Bengkalis. Tujuannya untuk melihat bagaimana kondisi daerah di perbatasan, baik dari segi geografis, sosial, budaya maupun ekonominya, terlebih masalah keamanan.

Kemudian selanjutnya, para peserta itu nanti bisa berbagi pengalaman kepada teman sejawat dan anak-anak didik di daerah masing-masing. Intinya pembentukan sejarah ini memberikan pemahaman kebangsaan bagi siswa yang selanjutnya untuk memperkuat cinta tanah tanah air dan rasa nasionalisme.

Selain itu, hasil dari kegiatan ini memberikan suatu kemasan pendapat ataupun pemikiran yang diharapkan menjadi rekomendasi bagi daerah Siak.

Selanjutnya para rombongan guru menuju sekolah-sekolah (SD dan SMA) di Siak yang dibagi menjadi 8 kelompok untuk memberikan pengetahuan dan pengalamannya. (Hangtuah/pr)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »