Menuju Riau Sejahtera, Gubernur Riau Inginkan ' Land Reform' Untuk Masyarakat Riau

Posted by On Saturday, April 08, 2017

Pekanbaru, (puterariau.com) --I---Potret DBH (Dana Bagi Hasil) Propinsi Riau yang makin lama makin menurun selama lima tahun terakhir ini membuat daerah harus mampu berinovasi lebih baik kedepan. Apalagi DAU (Dana Alokasi Umum) yang juga 'terjun bebas' belakangan ini mesti ada langkah baru bagi daerah untuk tetap bisa hidup. "Inilah salah satu dasar pemikiran Gubernur Riau, Andi Rachman untuk mencari solusi tepat dalam mensejahterakan masyarakat Riau," ujar Kepala Bappeda Propinsi Riau, Rahmad Rahim ST MT di ruang kerjanya.

Menurut Gubernur Riau melalui Kepala Bappeda menyebutkan bahwa daerah yang terlalu diam dan tidak berinovasi sehingga tak memiliki terobosan untuk mendapatkan sumber pendapatan lain lambat laun akan mati. "Alhamdulillah, Riau sejak tahun 2015 dengan tagline Riau Homeland of Melayu Riau dan Riau menyapa dunia, Riau tidak terlalu tergantung lagi dengan DBH. Riau tidak terlalu tergantung dengan migas dan sawit. Riau sudah mulai menyapa dunia dengan hal lain," katanya.

Disebutkan Rahmad, Gubernur Riau sudah menangkap sinyal bahwa potensi Riau sangat besar. "Sebagai anak jati Riau baru sadar ternyata potensi Riau lebih besar dari otak saya, sejak Pak Suwardi MS mengatakan tentang betapa besarnya potensi Riau itu," sebutnya.
Sejak zaman dahulu, Riau sangat berjaya dengan 12 Kerajaan yang tersebar. Dikatakan Rahmad, bahwa Gubernur lebih mengarahkan bagaimana masyarakat adat dihidupkan kembali melalui 'land reform', yakni tanah dikembalikan kepada adat atau masyarakat adat. Hal ini dibarengi dengan adanya Perhutanan Sosial yang Riau punya 1.200.000 HA.

"Kenapa Pak Gubernur setiap kesempatan ada penobatan Sultan atau Raja hadir ? Tujuannya agar tanah Riau ini dikembalikan kepada pemiliknya yang syah karena yang punya tanah itu adalah adat. Kalau masyarakat sudah punya tanah, pasti punya modal serta punya garapan," beber Kepala Bappeda yang enerjik ini.

Sekarang tinggal bagaimana mengangkat potensi Melayu termasuk ciri khasnya, mulai dari wisata, makanan dan budaya semuanya mesti diangkat untuk sebuah potensi ekonomi yang besar. Demikian pula dengan potensi Pesisir yang sangat besar yang hingga kini belum tergali, yakni bagaimana membuat konsep pembangunan sumber daya pesisir tersebut.
Misalnya, ketika Gubernur Riau berkeliling ke Kabupaten di Riau, Inhil saja contohnya. Ada Pak Aziz yang menggarap hanya sampai 200 meter garis pantai dengan membangun keramba jaring apung memelihara tiram dan kepiting. "Tau ga siapa konsumennya ? Ternyata negara Singapura, Malaysia bahkan sampai ke Thailand. Hanya 200 meter saja yang digarapnya, tetapi pendapatannya lebih kaya dari kita. Luar biasa," celetuk Rahmad bersemangat.

Sementara di Propinsi Riau memiliki 2.176 meter potensi garis pantai yang jumlahnya dua kali lipat dari Pulau Jawa. Kalau ini dikembangkan lebih profesional lagi, Insya Allah Riau akan kaya walau tanpa membebek pada DBH. Kemudian saat Gubernur Riau bertandang ke Kabupaten Kepulauan Meranti, disana melihat potensi perikanan seperti Kakap, serta Kerang di Kabupaten Rokan Hilir yang sudah terkenal sejak dahulu.

"Beliau (Gubernur Riau) berpikir kalau potensi ini berhasil digarap masyarakat, bisa dibayangkan dengan kondisi negeri ini. Kita tidak perlu khawatir lagi dengan yang namanya pengangguran dan masyarakat Riau tidak perlu khawatir lagi jatuh miskin. Kendalanya saat ini adalah masyarakat Riau kesulitan dalam akses modal, serta kurangnya informasi mengenai hal ini," jelas Rahmad lagi.

Oleh karena itu, Pemerintah Propinsi Riau sangat berperan penting bagaimana mengangkat taraf kehidupan masyarakat itu. "Ada masyarakat, ada pengusaha yang telah berhasil, tinggal Pemerintah saja yang mengaduk, jadi fungsi Pemerintah disini adalah memfasilitasi," ujarnya. 
Untuk itu, pihaknya berharap kepada pengusaha yang telah berhasil untuk dapat memberikan pelatihan bagi masyarakat dalam menggarap potensi ekonomi di kawasan pesisir. "Kuncinya masyarakat dilatih, Pemerintah masuk kesitu, pengusaha yang berhasil melatih masyarakat dan Pemerintah menyediakan bibit untuk masyarakat dengan harga murah," katanya. 

Rahmad Rahim berpendapat jika masyarakat sendiri yang terjun, tentunya duit itu langsung ke masyarakat. "Mengenai hal ini, Pak Gub sudah melobi Sekjen Kementerian KKP dan Riau Insya Allah akan dibangun sekolah perikanan di Dumai oleh Kementerian," sebut Rahmad Rahim. (fadil/beni/pr)




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »