Gubri Andi Rachman Sayangkan Pegawai Dinas PU Yang Tertangkap Pungli

Posted by On Tuesday, April 11, 2017

Pekanbaru, (puterariau.com) --I--Sebanyak 3 tenaga harian lepas Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Pungli) Ditreskrimsus Polda Riau.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK MM kepada wartawan di kantor Ditreskrimsus, Selasa (11/4/17). 

"Setelah menjalani pemeriksaan sejak kemarin sore, akhirnya kita menetapkan 3 tenaga honorer Dinas PU Kota Pekanbaru sebagai tersangka. Ketiganya langsung ditahan," ungkapnya.

Ketiga tersangka itu, sebut Guntur, yakni SAK (22), M (34) dan MH (22). Ketiga tersangka ini memiliki peran masing masing dalam perkara pungli tersebut. 

"Tersangka SAK sebagai pengumpul para pemohon yang akan mengurus izin usaha jasa konstruksi. Pengakuan mereka praktek itu sudah berlangsung sejak awal 2016," terangnya.

Kemudian tersangka MH bertugas untuk melengkapi berkas administrasinya. Setelah berkas dan persyaratan lengkap, uang yang terkumpul diserahkan kepada M. Nantinya yang akan meneruskan uang tersebut kepada Kepala Bidang Unit Jasa Konstruksi (UJK) yang statusnya masih sebatas saksi.

"Dari ketiga tersangka disita uang tunai sebesar Rp.1,4 juta," ungkap Guntur. Saat ditanya kemungkinan Kepala Dinas PU Kota dan Kabid UJK PU Pekanbaru terlibat dalam kasus ini, Kabid Humas menjelaskan masih perlu pendalaman.

Sebagaimana diketahui, kemarin siang Tim Saber Pungli Ditreskrimsus Polda Riau menangkap tangan 5 orang yang sedang melakukan praktek pungli. Kemudian berkembang diperiksa 4 pegawai honorer termasuk Kadis PU Kota Pekanbaru Zulkifli Harun dan Pj Kabid UJK Tuswan.

Sementara itu, Gubernur Riau Andi Rachman mengaku sangat kecewa mendengar tertangkap tangannya pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru melalui Operasi Tangkap Tangan oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda Riau.

"Saya sudah ingatkan, Pejabat Wali Kota Pekanbaru juga sudah ingatkan jangan pungli-pungli lagi. Kalau masih dilakukan, berarti memang tak mau dengar," ujar Andi.

Lebih lanjut ia juga menyayangkan bahwa masih ada pegawai yang tertangkap oleh Tim Saber Pungli, padahal sudah diingatkan dan dihimbau berkali-kali. Hal itu dianggapnya bahwa pegawai tersebut memang tidak mau mendengarkan himbauan dan arahannya.

"Semua ASN (Aparatur Sipil Negara) selalu kita ingatkan, hindari yang namanya pungli," tegasnya. (Pr/rls)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »