Aktifis Sebut Ide RUU Pertanahan RI Diciplak Dari World Bank

Posted by On Sunday, April 16, 2017



Jakarta, (puterariau.com)

Iwan Nurdin aktifis konsorsium pembaruan agraria mengungkapkan bahwa ide awal terbitnya RUU Partanahan berasal dari World Bank atau Bank Dunia. 

Naskah asli RUU Pertanahan versi bank dunia ini dimaksudkan untuk menggantikan Undang Undang Agraria tahun 1960. 

UU Agraria dalam perkembangannya menganut stelsel negatif dan stelsel positif sekaligus. Pengertian stelsel positif jika negara menerbitkan sertifikat tanah atas tanah milik orang lain. Maka pemerintah membayar ganti rugi kepada pemilik tanah yang asal. Tapi prakteknya ini belum pernah dijalankan, tegasnya. 

Sementara apabila ditempuh jalur hukum, kalau Pemerintah yang kalah di pengadilan selalu alasannya putusan hakim yang salah dalam penerapannya. Sebaliknya jika pemerintah yang menang berperkara, putusan pengadilan langsung di eksekusi, imbuhnya. 

RUU Pertanahan ini sedang dibahas oleh Komisi II DPR RI untuk mengatur kepastian hukum atas kepemilikan tanah, luasan tanah termasuk tanah terlantar.

Putusan Mahkamah Agung tentang uji materi keterbukaan informasi sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional pada pekan lalu telah diputuskan.

BPN diperintahkan tidak lagi merahasiakan kepemilikan sertifikat tanah yang selama ini masuk kategori rahasia oleh BPN. 

"Sebab dalam praktek kepemilikan sertifikat tanah, biasanya dipergunakan untuk menguasai tanah yang lebih luas seperti banyak terjadi di HGU sektor perkebunan atau HGB di sektor perumahan," kata Iwan Nurdin saat dialog legislasi yang digelar di Gedung DPR RI Jakarta Selasa pekan lalu (11/4/2017). (Erwin/beni)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »