Lapak-Lapak Di Pasar Sungai Guntung Bisa Beranak Malam

Posted by On Thursday, March 30, 2017


(Kantor UPTD Perikanan dan Kelautan tertutup lapak yang semrawut)


Sungai Guntung, (puterariau.com)

Persoalan semrawutnya pasar Sungai Guntung satu per satu mulai terkuak ke permukaan. Ternyata ada sebuah ketidakberesan pengelolaan kawasan pasar yang berimbas kesemrawutan. Tak salah kalau sejumlah kalangan menyebut ada ketidakprofesionalan dalam pengelolaan pasar, bahkan oleh pedagang itu sendiri.

Misalnya saja ada informasi dari warga yang menyebut 'lapak-lapak' pasar bisa beranak malam. Artinya ketika kios-kios baru bermunculan, malam harinya kios itupun makin menjamur dan mereplikasi diri. "Lapak di Guntung ini bisa beranak malam," ujar sumber PR.


Berarti ada campur tangan warga (pedagang itu sendiri-red) dalam kesemrawutan pasar Sungai Guntung tersebut. Belum lagi dengan oknum-oknum mafia lapak yang memang mendapatkan keuntungan dari lapak-lapak yang berdiri itu.  Kalau boleh jujur, persoalan pasar di Sungai Guntung ini kusut masai. Jalur hijau untuk pejalan kaki saja sudah tidak bisa dilewati karena semakin hari semakin banyak 'lapak'nya. Apalagi Jalur Hijau masih bisa diperjualbelikan dengan harga sampai Rp.15 juta, jika terletak di kawasan strategis pinggir laut. Artinya ada 'duit masuk' dari hal jalur hijau saja apalagi dari hal lainnya.

Meskipun hal itu telah terungkap dalam rapat yang digelar pihak Kecamatan beberapa waktu lalu, namun belum membuahkan hasil. Hasil kesepakatan seluruh pihak antara masyarakat dan Pemerintah adalah pasar harus ditata ulang. Mau tidak mau semua pihak harus bisa menerima penataan ulang kawasan pasar agar lebih asri, dinamis dan indah.

Saini Raut meminta ketegasan dari Pemerintah Kecamatan Kateman terkait penataan ulang kawasan pasar serta jangan hanya mengambil keputusan sepihak tanpa ada persetujuan dari seluruh pedagang yang ada. Sementara itu, Sekcam H.Junaidi menyebutkan tetap akan menata ulang kawasan pasar agar lebih terlihat menarik dan tetap menjaga keasrian lingkungan.

Selain itu, mengenai lapak-lapak yang bisa beranak malam itu, sebuah fakta dan realita yang ada di daerah ini. Sebagai contoh saja, kantor UPTD Perikanan dan Kelautan Kecamatan Kateman saja sudah tak kelihatan lagi akibat ditutupi lapak-lapak yang menjamur. "Kita pun bingung melihat kondisi ini, semakin semrawutlah," kata salah seorang pembeli yang ditemui di pasar tersebut.

Pemerintah Akan Menata Pasar Sesuai Permintaan Warga

Sementara itu, Camat Kateman, Kamren SSos saat dimintai tanggapannya mengemukakan bahwa Pemerintah konsisten melaksanakan program pembangunan yang ada termasuk penataan kawasan pasar. Menurutnya, sejumlah warga telah mengadukan permasalahan ini akibat kesemrawutan pasar tersebut.

"Pasar akan ditata agar lebih indah dan asri, pedagang akan diatur bagaimana mereka tetap bisa berjualan dengan tidak menghilangkan hak-hak mereka. Kita tidak ingin disebut melakukan pembiaran terhadap pasar yang terkesan kumuh dan semrawut, namun kita remajakan dan akan kita kondisikan sesuai dengan keinginan warga, namun tetap harus mengutamakan keindahan," katanya.

Menurut Kamren, pihaknya akan melakukan pembenahan kawasan pasar Sungai Guntung ini untuk kenyamanan bagi seluruh pihak, baik bagi pembeli maupun pedagang. Kalau tidak dimulai sekarang ditata ulang, kedepan tentu akan lebih semrawut lagi. "Yang jelas ini adalah keinginan masyarakat luas untuk menata ulang pasar yang lebih indah, modern dan nyaman bagi semuanya," ungkapnya.

Pihak Kecamatan menyebutkan bahwa penataan ulang kawasan pasar ini sesuai dengan aspirasi masyarakat. Sebab kalau tidak segera dilakukan, bisa jadi timbul persepsi lain lagi yang cukup dilematis. Bisa saja ada anggapan yang mengatakan pihak Kecamatan menerima bagian dari menjamurnya lapak-lapak yang bermunculan tersebut. (Ridho)




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »